jpnn.com - JAKARTA - Pengemudi ojek online akan menggelar unjuk rasa di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (14/1).
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan unjuk rasa yang dilakukan oleh Perhimpunan Ojek Online Indonesia dan beberapa elemen massa itu berlangsung di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.
BACA JUGA: Aksi Demo Ojol-Mahasiswa di Bandung Belum Usai, Massa Sampai Bakar Mobil
Menurut dia, 1.541 personel gabungan dikerahkan untuk memberikan pelayanan dalam unjuk rasa pengemudi ojol tersebut.
“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat," kata Reynold di Jakarta, Rabu (14/1).
BACA JUGA: Irjen Agus Pastikan Polantas Siap Melayani dan Dekat dengan Komunitas Ojol
Dengan begitu, diharapkan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Reynold mengatakan seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api, dan mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.
BACA JUGA: Driver Ojol dan Pedagang Gugat UU Ciptaker ke MK, Ini soal Kuota Internet Hangus
Dia pun menegaskan kehadiran aparat semata-mata untuk melayani masyarakat, serta menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
"Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional," ungkap Reynold.
Lebih lanjut, dia mengimbau orator dan peserta unjuk rasa untuk selalu tertib, tidak memprovokasi massa lain, tak menutup jalan umum, serta tak melakukan tindakan anarkistis, seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum.
Dia juga menekankan supaya massa tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga ketertiban.
Selain itu, masyarakat yang berada di sekitar kawasan Monas diimbau agar tidak terpancing provokasi.
Bagi pengguna jalan, kepolisian menyarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama unjuk rasa itu berlangsung.
Dia mengatakan pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan.
“Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif," ungkap Reynold. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




