Bisnis.com, BATAM - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan UMKM lokal tetap menjadi bagian utama dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Batam.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau rencana penataan kawasan Jodoh Boulevard yang akan dikembangkan menjadi pusat wisata belanja dan budaya bertajuk New Nagoya di Batam belum lama ini.
Helvi menyampaikan, kehadiran Kementerian UMKM merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden agar setiap proyek pembangunan daerah memberikan ruang tumbuh bagi pelaku UMKM, bukan justru meminggirkan mereka.
Menurutnya, penataan kawasan Jodoh dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan keberpihakan pada usaha rakyat.
“Penataan ini bukan penggusuran. UMKM tetap berada di kawasan tersebut, tetapi ditata agar lebih tertib, bersih, dan memiliki daya tarik yang lebih kuat. Batam punya potensi besar sebagai kota wisata belanja, dan UMKM harus menjadi bagian utamanya,” ujar Helvi.
Ia menambahkan Kementerian UMKM siap memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, hingga pembukaan akses pembiayaan melalui perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Baca Juga
- Pertumbuhan Ekonomi Batam 6,89%, Investasi Capai Rp54,7 Triliun
- Tahun Baru, Pemko Batam Galang Donasi Hampir Rp15 Miliar untuk Korban Banjir Sumatra
- Arus Penumpang Bandara Hang Nadim Batam Capai 173.217 Orang Selama Nataru
“Yang penting adalah memastikan UMKM ikut tumbuh dan menjadi bagian dari ekosistem kawasan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto menjelaskan bahwa revitalisasi kawasan Jodoh direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dengan konsep pengembangan kawasan pedestrian yang terintegrasi.
Penataan tersebut akan menciptakan zona-zona usaha yang lebih teratur, seperti kuliner, fesyen, dan pusat oleh-oleh.
Dia berharap wisatawan mancanegara yang masuk melalui Harbour Bay tidak hanya singgah, tetapi juga berjalan kaki menikmati kawasan kota, berbelanja, dan berinteraksi dengan pelaku UMKM lokal.
“Kalau ditata rapi, semangat ekonominya akan terasa. Toko-toko bisa mulai berbenah dan mencari peluang usaha yang saling terhubung,” ujarnya.
BP Batam berharap konsep kota ramah pejalan kaki ini bukan hanya mempercantik wajah Nagoya, tetapi juga mengembalikan denyut ekonomi kawasan yang pernah menjadi etalase Batam di mata wisatawan.




