Riset Ungkap Risiko Kesehatan dari Talenan Plastik yang Sering Dipakai di Rumah

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Talenan plastik populer karena ringan, terjangkau, serta mudah kering, tetapi menghasilkan goresan sarang bakteri.
  • Riset terbaru mengindikasikan penggunaan talenan plastik melepaskan mikroplastik ke makanan, berpotensi mengganggu metabolisme tubuh.
  • Paparan zat kimia seperti BPA dari talenan plastik juga berisiko mengganggu keseimbangan hormon jika terjadi keausan.

Suara.com - Talenan plastik selama ini menjadi perlengkapan dapur favorit karena dinilai praktis, ringan, dan mudah dibersihkan. Namun, sejumlah riset terbaru mengungkap bahwa penggunaan talenan berbahan plastik menyimpan potensi risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian.

Para peneliti menemukan bahwa aktivitas memotong bahan makanan di atas talenan plastik dapat menyebabkan pelepasan partikel mikroplastik. Partikel berukuran sangat kecil ini berpotensi menempel pada makanan dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi sehari-hari.

Berikut sejumlah fakta penting terkait penggunaan talenan plastik yang perlu diketahui masyarakat.

1. Banyak Digemari karena Praktis dan Terjangkau

Talenan plastik banyak digunakan karena bobotnya ringan dan harganya relatif lebih murah dibandingkan talenan kayu atau granit. Material plastik juga tidak menyerap air sehingga lebih mudah dibersihkan dan cepat kering. Selain itu, sebagian besar talenan plastik aman dicuci menggunakan mesin pencuci piring, berbeda dengan talenan kayu yang berisiko retak akibat panas.

2. Goresan Pisau Jadi Sarang Bakteri

Meski praktis, permukaan talenan plastik yang relatif lunak membuatnya mudah tergores pisau. Goresan ini berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri karena sulit dibersihkan secara menyeluruh. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kontaminasi silang antar bahan makanan, terutama jika talenan digunakan bergantian untuk daging mentah dan bahan siap konsumsi.

3. Riset Temukan Risiko Paparan Mikroplastik

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan talenan plastik dapat menghasilkan ribuan partikel mikroplastik setiap tahun. Partikel ini dapat menempel pada bahan makanan dan ikut termasak. Dalam jangka panjang, akumulasi mikroplastik di dalam tubuh dikaitkan dengan potensi gangguan pada sistem metabolisme dan hormonal, meski dampak pastinya masih terus diteliti.

Baca Juga: Horor! Sampah Plastik Kini Ditemukan di Rahim Ibu Hamil Indonesia, Apa Efeknya ke Janin?

4. Potensi Paparan Zat Kimia Berbahaya

Selain mikroplastik, talenan plastik juga berisiko melepaskan zat kimia seperti Bisphenol A (BPA) dan phthalates, yang kerap digunakan dalam proses produksi plastik. Zat tersebut dapat berpindah ke makanan, terutama jika talenan terkena panas atau mengalami keausan. Paparan jangka panjang bahan kimia ini diduga dapat mengganggu keseimbangan hormon.

5. Disarankan Rutin Diganti

Ahli menyarankan agar talenan plastik diganti secara berkala. Talenan yang sudah banyak goresan, berubah warna, atau permukaannya tidak rata menandakan tingkat keausan yang tinggi dan berpotensi meningkatkan pelepasan mikroplastik. Alternatif seperti talenan kayu atau material lain yang lebih tahan lama dinilai dapat mengurangi risiko paparan polutan plastik.

Dengan temuan-temuan tersebut, masyarakat diimbau lebih bijak dalam memilih dan menggunakan peralatan dapur, termasuk talenan, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.

Reporter: Dinda Pramesti K


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gaun Golden Globes Amanda Seyfried Dikerjakan Rumah Mode Selama 400 Jam
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pemprov DKI Anggarkan Rp 102 M untuk Penataan Kawasan Rasuna Said, Jaksel
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Kantin AA di Bandung Jadi Favorit Mahasiswa: Harga Murah, Porsi Melimpah
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Puan: RUU Pilkada Belum Dibahas, tapi Terbuka Komunikasi AntarPartai
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Cara Menghitung Persentase Kenaikan: Rumus dan Contoh Lengkap
• 9 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.