JAKARTA, DISWAY.ID -- Masa lalu yang diungkapkan Aurelie Moeremans mengenai pengalaman pahitnya menjadi korban child grooming terus memantik simpati publik, termasuk dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Keberanian sang aktris kini menarik pihak pendamping yang sedang mengupayakan pertemuan khusus, antara Aurel dengan Menteri PPPA.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan diproyeksikan menjadi titik balik bagi kampanye perlindungan anak di Indonesia.
BACA JUGA:Ahli Pidana: Netflix Bisa Laporkan Pelapor Pandji Soal Barbuk Mens Rea dalam Flashdisk!
BACA JUGA:Hutama Karya Operasikan Fungsional Jalan Tol Sigli–Banda Aceh hingga 22 Januari 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kementerian PPPA Titi Eko Rahayu mengungkapkan bahwa kisah Aurel bisa menjadi pengeras suara bagi korban-korban lain yang selama ini memilih bungkam.
Momentum ini dinilai sangat tepat untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya child grooming yang sering kali samar dan sulit dikenali.
"Saya coba atur waktu agar Aurel bisa bertemu Ibu Menteri. Ini bisa menjadi momentum penting agar para korban child grooming di luar sana berani untuk speak up," ujar Titi saat dihubungi awak media, Rabu 14 Januari 2026.
Langkah ini diharapkan mampu menghapus stigma negatif yang selama ini menghantui para korban kekerasan seksual pada anak.
Dengan adanya dukungan langsung dari level kementerian, diharapkan ada rasa aman bagi korban lain untuk mulai bersuara.
BACA JUGA:Soal Mekanisme Pilkada, Komisi II DPR: Semua Usulan Partai Akan Dibahas
BACA JUGA:Anggaran MBG 2026 Picu Kekhawatiran Ekonom, Defisit APBN Dinilai Kian Mengkhawatirkan
Mengedepankan Kondisi Psikologis
Meski rencana pertemuan tersebut sudah masuk dalam agenda, pihak pendamping menegaskan tidak ingin gegabah.
Semua langkah strategis tetap harus menunggu lampu hijau dari tim ahli yang menangani kondisi mental Aurel.
- 1
- 2
- »





