Kedubes Iran Klarifikasi Unjuk Rasa di Teheran, Ada Intervensi AS dan Israel

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kedutaan Besar Iran di Jakarta meluruskan unjuk rasa sejak Desember 2025 dipicu masalah ekonomi dan anjloknya nilai mata uang.
  • Pemerintah Iran mencatat 1.850 korban tewas akibat kerusuhan yang beralih menjadi tuntutan politik meluas.
  • Iran menuding intervensi asing serta menegaskan komitmen pada hak sipil dan dialog solusi ekonomi.

Suara.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta merilis pernyataan resmi untuk meluruskan opini publik di Indonesia terkait gelombang unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi di Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Siaran pers tersebut dikeluarkan sebagai respons atas situasi keamanan dan ekonomi yang berkembang di Teheran sejak akhir Desember 2025. Pemerintah Iran menjelaskan bahwa gejolak bermula dari persoalan ekonomi, khususnya anjloknya nilai tukar mata uang yang memicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan terganggunya aktivitas bisnis.

Aksi protes awalnya digerakkan oleh kalangan pengusaha, pedagang, dan serikat pekerja di Teheran yang menyuarakan penurunan daya beli serta tuntutan stabilisasi ekonomi. Namun, dalam perkembangannya, unjuk rasa tersebut disebut berubah menjadi kerusuhan massal.

Eskalasi situasi di lapangan dilaporkan semakin memburuk. Data terbaru yang disampaikan pemerintah Iran mencatat sedikitnya 1.850 orang tewas, termasuk dari kalangan massa dan aparat keamanan. Protes yang semula berfokus pada tuntutan ekonomi kini dilaporkan bergeser menjadi desakan politik yang lebih luas, dengan masyarakat mempertanyakan kebijakan stabilitas pasar yang dinilai gagal.

Krisis Nilai Tukar Jadi Pemicu

Pemerintah Iran menyebut ketidakstabilan ekonomi yang dipicu fluktuasi tajam nilai tukar mata uang menjadi pemantik utama aksi protes yang mulai terjadi sejak Minggu, 28 Desember 2025. Pada tahap awal, aksi unjuk rasa diklaim berlangsung damai dan tertib, dengan tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kondisi ekonomi tanpa mengganggu ketertiban umum.

Komitmen terhadap Hak Sipil

Dalam pernyataannya, pemerintah Iran menegaskan komitmennya terhadap konstitusi nasional serta Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR). Kedutaan Besar Iran menyatakan bahwa negara menjamin kebebasan berekspresi dan hak berunjuk rasa secara damai.

“Tidak ada tindakan yang diambil terhadap para pengunjuk rasa damai,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu

Namun, pemerintah Iran juga menekankan adanya perbedaan antara protes ekonomi yang sah dan tindakan kekerasan terorganisir. Menurut dokumentasi resmi, sejumlah kecil elemen yang disebut terafiliasi dengan kelompok luar negeri diduga menyusup ke dalam aksi, melakukan perusakan fasilitas publik, serta menyerang aparat keamanan menggunakan alat pembakar hingga senjata api.

Tuduhan Intervensi Asing

Iran secara terbuka menuding adanya intervensi aktor asing, terutama Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan pejabat dari kedua negara tersebut dinilai mengandung provokasi dan hasutan yang memperkeruh situasi serta mendorong destabilisasi internal.

Pihak Kedutaan juga menegaskan bahwa tekanan ekonomi yang dialami masyarakat Iran merupakan dampak langsung dari sanksi sepihak dan tindakan koersif yang diterapkan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Upaya memanfaatkan tuntutan ekonomi rakyat sebagai alat tekanan politik disebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional Iran.

Sebagai langkah solutif, pemerintah Iran mengumumkan telah menyusun sejumlah agenda praktis, termasuk penyaluran paket bantuan darurat bagi kelompok rentan serta pembukaan dialog langsung dengan perwakilan serikat pekerja untuk memulai reformasi ekonomi.

Menutup pernyataan tersebut, Kedutaan Besar Iran mengapresiasi perhatian publik Indonesia dan mengimbau media untuk menyajikan pemberitaan yang komprehensif, berimbang, dan berbasis fakta. Media diharapkan menghindari narasi selektif yang berpotensi memperkeruh persepsi publik, mengingat hubungan persahabatan antara Iran dan Indonesia yang dibangun atas dasar saling menghormati.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Intip Potret Kim Seon Ho dan Go Yoon Jung di Konferensi Pers Can This Love Be Translated
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Michael Carrick: Kehormatan Memimpin Manchester United dan Mengangkat Standar Tim
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Serap Aspirasi 16 Daerah, Senator Lia Istifhama Soroti KRIS RS hingga Perlindungan Bahasa Daerah di Jatim
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Buruh Ancam Demo ke DPR hingga Kemnaker 15 Januari, Ini Tuntutannya
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Menko AHY Ingatkan Tonggak Penting Transformasi Kemandirian Sektor Energi Nasional
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.