Indonesia-AS Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Museum dan Film

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta

MoU dengan Smithsonian dan peluang produksi film Hollywood jadi fokus pembahasan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Charge d’Affaires Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter M. Haymond membahas penguatan ekosistem budaya serta peluang kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Amerika Serikat di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Fadli Zon menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan telah melakukan berbagai langkah untuk memperkuat ekosistem budaya nasional, khususnya melalui repatriasi benda cagar budaya dan revitalisasi museum.

“Sejumlah artefak penting telah kami kembalikan dari luar negeri, termasuk fosil Pithecanthropus yang dibawa Eugene Dubois dari Belanda. Kami juga merevitalisasi museum-museum agar menjadi etalase yang merepresentasikan budaya Indonesia,” ujarnya.

Upaya tersebut, menurutnya, tidak hanya untuk mengukuhkan identitas nasional, tetapi juga untuk menjadikan museum sebagai ruang edukasi dan diplomasi budaya.

MoU dengan Museum di Amerika Serikat

Menteri Kebudayaan juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah menjalin kerja sama dengan sejumlah museum di Amerika Serikat. Salah satunya melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Smithsonian National Museum of Natural History.

“Kerja sama ini melibatkan Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan serta museum-museum besar di Amerika, seperti The Metropolitan Museum of Art, untuk pameran karya budaya dan kolaborasi pelaku seni,” kata Fadli.

Dorong Diplomasi Budaya Pop

Selain museum, Fadli mendorong penguatan diplomasi budaya melalui budaya populer, terutama di sektor film dan seni pertunjukan. Ia menilai ekosistem seni Indonesia tengah tumbuh pesat, termasuk kehadiran pelaku musikal di panggung internasional seperti West End.

“Ekosistem film Indonesia juga semakin positif. Ini membuka peluang kerja sama, termasuk kemungkinan produksi film Hollywood di Indonesia, seperti yang pernah dilakukan di Bali,” ujarnya.

Dukungan Program Digitalisasi dari AS

Charge d’Affaires Kedutaan Besar AS Peter M. Haymond menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menyebut Amerika Serikat memiliki sejumlah program untuk mendukung pelestarian budaya lokal, termasuk dokumentasi dan digitalisasi bahasa daerah.

“Kami memiliki program untuk membantu pendokumentasian dan digitalisasi bahasa lokal agar menjadi bagian dari sistem katalog digital,” ujar Haymond.

Kolaborasi Budaya Pop Lintas Negara

Lebih lanjut, Fadli berharap Kedutaan Besar AS dapat mendukung pengembangan budaya populer Indonesia di panggung global.

“Indonesia memiliki banyak talenta yang sudah mendunia, seperti Agnez Mo, Rich Brian, Joey Alexander, dan Niki. Ke depan, kita bisa memperkuat kerja sama untuk memajukan budaya kedua negara,” pungkasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penampakan Lautan Manusia di Taheran, Beri Pesan Ini untuk Trump
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
700 Warga Jatim Ikuti Literasi Asuransi Manulife Indonesia, Bentuk Persiapan Tabungan Masa Tua
• 11 jam lalurealita.co
thumb
Ganggu Pejalan Kaki, Gerobak PKL dan Parkir Liar di Cempaka Putih Ditertibkan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rapat DPR, Titiek Soeharto Wanti-wanti Menhut Raja Juli soal Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Dua Pelaku Pembunuhan Pria di TPU Bekasi Ditangkap, Polisi Sebut Teman Lama Korban!
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.