JAKARTA, KOMPAS.com - Tawuran yang terjadi di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026) dini hari, dikeluhkan warga sekitar.
Keluhan muncul karena gas air mata yang ditembakkan polisi untuk membubarkan kelompok tawuran menyebar hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @lbj_jakarta, terlihat sejumlah warga memprotes tindakan polisi akibat paparan gas air mata tersebut.
Baca juga: Tawuran Kelompok Pemuda di Depok, Satu Orang Tewas
Seorang warga yang menggendong anaknya tampak beradu argumen dengan petugas dan mempertanyakan penggunaan gas air mata di kawasan permukiman.
"Kalau nembak (gas) air mana jangan di sini, anak pada tidur, jangan asal nembak. Orangtua enggak apa-apa, tapi anak kecil gimana? Itu nyebar," ucap salah satu warga dari video lbj_jakarta.
Video tersebut juga memperlihatkan sejumlah ibu menyampaikan protes.
Tak berselang lama, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal datang ke lokasi dan berupaya menenangkan warga.
"Sejumlah keluarga, termasuk yang memiliki bayi dan lansia, terpaksa naik ke balkon lantai atas untuk menghindari paparan. Polisi meminta maaf kepada warga, dan situasi kini mulai kondusif," bunyi keterangan unggahan @lbj_jakarta.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal menjelaskan, penggunaan gas air mata dilakukan karena situasi tawuran sudah membahayakan.
"Dalam proses tersebut, petugas menggunakan gas air mata sebagai langkah terakhir karena situasi sudah membahayakan, di mana para pelaku melakukan penyerangan menggunakan petasan yang diarahkan ke arah anggota," ujar Alfian saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Tawuran Kelompok Pemuda Bersajam Pecah di Tol Krukut, 3 Orang Ditangkap
Tindakan tersebut dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur untuk menghentikan eskalasi.
"Mencegah meluasnya gangguan kamtibmas, serta memastikan keselamatan petugas dan masyarakat sekitar," kata dia.
Alfian membantah adanya korban akibat peristiwa tersebut.
"Saya pastikan tidak terdapat korban dalam peristiwa tersebut, karena saya sendiri yang turun langsung ke lapangan dan berinteraksi serta bertegur sapa dengan warga sekitar," kata dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




