Dalam Hidup, Sebenarnya Apa yang Kita Kejar?

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Seorang pengusaha Amerika sedang duduk santai di dermaga sebuah desa nelayan kecil di pesisir Meksiko. Dia memperhatikan seorang nelayan Meksiko yang baru saja menambatkan perahunya ke pantai. Di dalam perahu kecil itu tampak beberapa ekor tuna sirip kuning berukuran besar.

Pengusaha Amerika itu pun memuji hasil tangkapan sang nelayan, lalu bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menangkap ikan-ikan sebesar itu.

Nelayan Meksiko menjawab, hanya perlu waktu sebentar saja.

Orang Amerika itu kembali bertanya : “Kalau begitu, kenapa kamu tidak melaut lebih lama supaya bisa menangkap lebih banyak ikan?”

Nelayan Meksiko tersenyum dan menjawab dengan santai : “Ikan-ikan ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya.”

Pengusaha itu tampak heran:  “Kalau begitu, sisa waktu kamu seharian biasanya dipakai untuk apa?”

Nelayan itu menjelaskan : “Saya bangun tidur tanpa alarm, melaut sebentar untuk menangkap beberapa ikan, lalu pulang bermain dengan anak-anak. Setelah itu tidur siang bersama istri saya. Menjelang sore, saya berjalan ke desa, minum sedikit anggur, bermain gitar bersama teman-teman. Hidup saya terasa penuh dan sibuk.”

Pengusaha Amerika itu menggelengkan kepala, merasa sayang dengan cara hidup tersebut.

Dia lalu berkata penuh semangat:  “Saya lulusan manajemen bisnis. Saya bisa membantu kamu. Seharusnya kamu menghabiskan lebih banyak waktu untuk menangkap ikan. Dengan begitu, kamu bisa membeli perahu yang lebih besar. Setelah itu, kamu bisa membeli lebih banyak kapal, lalu membentuk armada nelayan.

Kemudian, kamu tidak perlu lagi menjual ikan ke tengkulak, tapi langsung ke pabrik pengolahan. Bahkan, kamu bisa mendirikan pabrik pengalengan sendiri. Dengan begitu, kamu bisa mengendalikan produksi, pengolahan, dan pemasaran.

Setelah itu, kamu bisa meninggalkan desa kecil ini, pindah ke kota besar, lalu ke Los Angeles, bahkan ke New York, untuk mengelola bisnis yang terus berkembang.”

Nelayan Meksiko bertanya dengan polos: “Berapa lama semua itu harus dijalani?”

Pengusaha Amerika menjawab: “Sekitar lima belas sampai dua puluh tahun.”

“Lalu setelah itu?” tanya sang nelayan.

Pengusaha itu tertawa dan berkata: “Setelah itu kamu bisa hidup seperti raja! Pada saat yang tepat, kamu bisa membawa perusahaanmu ke bursa saham. Kamu akan menjadi sangat kaya, menghasilkan ratusan juta dolar!”

“Lalu setelah itu?” tanya nelayan itu lagi.

Pengusaha Amerika menjawab:  “Setelah itu kamu bisa pensiun. Kamu bisa pindah ke desa nelayan kecil di tepi laut. Setiap hari bangun tanpa alarm, melaut sebentar untuk menangkap beberapa ikan, bermain dengan anak-anak, tidur siang bersama istri, lalu menjelang sore minum anggur dan bermain gitar dengan teman-teman.”

Nelayan Meksiko terdiam sejenak, lalu berkata dengan bingung: “Bukankah… hidup saya sekarang sudah seperti itu?”

Dalam hidup, sebenarnya apa yang sedang kita kejar? (jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Di Bekasi, Utang Piutang Buat Kawan Lama Meregang Nyawa
• 10 menit lalukompas.id
thumb
Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Disaksikan Sutiyoso, Pramono: Jakarta Sedang Menata Diri
• 5 jam laludisway.id
thumb
Anak John Herdman Ternyata Pemain Tim Nasional Juga, Pernah Lawan Timnas Indonesia Asuhan Shin Tae-yong
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Alasan Keamanan, Gibran Tunda Kunjungan ke Yahukimo
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.