TABLOIDBINTANG.COM - Rani Mukerji dikenal sebagai salah satu aktris paling berbakat di industri Bollywood. Menandai tiga dekade perjalanannya di perfilman Hindustan, Rani menuliskan sebuah surat terbuka yang mengungkapkan perasaan dan refleksinya selama berkarier. Aktris berusia 47 tahun itu mengaku tak pernah memiliki rencana besar saat pertama kali terjun ke dunia film, dan hingga kini masih merasakan gugup setiap kali berdiri di depan kamera.
Surat terbuka tersebut dibagikan melalui akun media sosial Yash Raj Films (YRF). Dalam tulisannya, Rani mengaku pencapaian 30 tahun berkarier terasa sulit dipercaya. “Tiga puluh tahun… Ketika saya mengucapkannya dengan lantang, rasanya tidak nyata. Namun hal itu juga mengingatkan saya bahwa ketika melakukan sesuatu yang benar-benar dicintai dari lubuk hati terdalam, waktu berlalu begitu cepat dan selalu meninggalkan rasa ingin melangkah lebih jauh,” tulisnya.
Rani mengenang awal perjalanannya di dunia akting tanpa ambisi besar untuk menjadi seorang bintang. Ia mengaku dunia film bukanlah mimpi yang ia kejar, melainkan sesuatu yang datang menghampirinya secara tak terduga. “Tiga puluh tahun lalu, saya melangkah ke lokasi syuting tanpa rencana besar untuk menjadi seorang aktris. Itu bukan mimpi yang saya kejar—melainkan sesuatu yang menemukan saya. Seorang gadis muda yang masuk ke dunia sinema hampir secara kebetulan, awalnya ragu… namun di antara naluri dan kerentanan, saya jatuh cinta pada seni peran,” tulisnya.
Meski namanya telah menjadi besar, Rani mengaku masih menyimpan kegugupan seperti saat pertama kali berakting. “Di dalam diri saya, masih ada gadis gugup yang berdiri di depan kamera untuk pertama kalinya, berharap tidak lupa dialog dan berharap ia pantas berada di sana. Saya tidak datang ke dunia film dengan rencana matang. Saya datang dengan rasa ingin tahu, ketakutan, dan cinta yang mendalam pada cerita serta eksplorasi jiwa manusia melalui karakter,” lanjutnya.
Mengenang debutnya lewat film Raja Ki Aayegi Baaraat pada 1997, Rani menyebut film tersebut memberinya pelajaran penting tentang makna sinema. Perannya sebagai seorang perempuan yang berjuang mempertahankan martabat, menurut Rani, membentuk dirinya sebagai aktris. “Saat saya membintangi Raja Ki Aayegi Baaraat, saya nyaris belum memahami seperti apa bentuk ‘karier’ di dunia film. Saya hanya tahu bahwa akting membuat saya merasa hidup. Film itu mengajarkan pelajaran besar pertama saya: sinema bukan soal glamor semata, melainkan tanggung jawab,” tulisnya.
Dalam surat yang sama, Rani juga menyinggung proyek terbarunya, Mardaani 3. Ia mengungkapkan rasa bangganya dapat merayakan 30 tahun karier melalui film tersebut. “Tiga puluh tahun kemudian, cinta saya pada sinema masih sama—bahkan mungkin lebih dalam, lebih tenang, dan penuh rasa syukur. Sangat istimewa menandai 30 tahun perjalanan saya dengan Mardaani 3, sebuah waralaba yang memberi saya kesempatan memberi penghormatan pada semangat perempuan masa kini serta ketangguhan kepolisian India, khususnya para polisi perempuan yang mengabdi pada bangsa,” tulisnya.
Menutup suratnya, Rani menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar dan penonton yang setia mendukungnya selama ini. “Kepada para penggemar dan penonton yang selalu mendukung, berdiri di samping saya, dan menyemangati gadis yang kini telah menjadi seorang perempuan ini, saya menunduk dengan penuh hormat dan cinta. Saya tidak akan berada di titik ini tanpa kalian. Saya bukan siapa-siapa tanpa kalian,” tutup Rani Mukerji.
Adapun film Mardaani 3 dijadwalkan tayang di bioskop pada 27 Februari 2026.



