Sekolah Kebanjiran, Ratusan Siswa SD di Bekasi Belajar Daring

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Hurip Jaya 02, Kampung Setia Mekar, RT 004/RW 002, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengikuti pembelajaran secara daring karena gedung sekolah terendam banjir.

Genangan air di lingkungan sekolah mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter, bahkan sempat menyentuh 70 sentimeter pada hari pertama banjir.

“Mulai Senin kemarin sudah belajar daring akibat banjir. Tugasnya kami kirim lewat grup. Ada 132 siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6,” ujar Fahmi, guru SDN Hurip Jaya 02, saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: RSUD CAM Bekasi Klarifikasi Utang Rp 70 Miliar, Bantah Isu Bangkrut

Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tidak bisa dilakukan karena banjir telah merendam sekolah selama lebih dari tiga hari, tepatnya sejak Minggu (11/1/2026).

Pantauan Kompas.com di lokasi, SDN Hurip Jaya 02 memiliki enam ruang kelas serta tiga ruang penunjang lainnya, seperti perpustakaan, ruang latihan, dan gudang.

Seluruh area tersebut kebanjiran.

Di gedung sekolah lama, air bahkan menggenangi ruang kelas hingga 30 sentimeter.

Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tidak memungkinkan dilakukan.

Selain itu, akses menuju sekolah terbilang cukup sulit.

Jalan menuju area sekolah terendam banjir selama tiga hari berturut-turut, menyebabkan permukaan jalan menjadi licin dan mulai berlumut, sehingga membahayakan keselamatan siswa maupun guru.

“Sebenarnya kami dilema juga mau memasukkan anak-anak ke sekolah karena aksesnya banjir. Namanya anak-anak, pasti sampai sini basah. Kami khawatir berisiko,” ujar dia.

Menurut Fahmi, pembelajaran di sekolah juga dinilai tidak akan efektif karena sebagian besar siswa tinggal di wilayah yang sama dan rumah mereka turut terdampak banjir.

“Bahkan ada yang mengungsi ke rumah saudara,” kata dia.

Baca juga: Atap Rumah Roboh akibat Hujan Deras, Nenek di Bekasi Khawatirkan Keselamatan Cucu

Meski pembelajaran dilakukan secara daring, Fahmi menyebut para guru tetap hadir ke sekolah setiap hari untuk memantau kondisi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kalau guru-guru tetap hadir karena dituntut absen dan juga memantau. Takutnya ada anak yang enggak tahu informasi, tiba-tiba datang ke sekolah,” kata Fahmi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Apa Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menkeu Purbaya Bertemu? Ternyata Bahas...
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Korban Penipuan Investasi Kripto yang Seret Timothy Ronald Serahkan Bukti ke Polisi
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Aktivis Greenpeace Iqbal Damanik Laporkan Teror Bangkai Ayam ke Polisi
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Rasuna Said Dimulai, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Malam Terpanjang Iran: Ketika Dunia Dibungkam dan Rakyat Dihabisi
• 3 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.