Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu.
Pembongkaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan dan pengurangan kemacetan di salah satu jalur utama ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa proses pembongkaran telah melalui tahapan panjang dengan memastikan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Tentunya untuk melakukan ini, prosesnya panjang, dan secara khusus, saya berterima kasih kepada Kajati Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang telah memberikan dukungan sepenuhnya untuk melakukan penataan Jalan Rasuna Said ini dan juga KPK Komisi Pemberantasan Korupsi,” ungkapnya.
Proses Hukum dan Anggaran PembongkaranPramono Anung Wibowo menjelaskan sebelum pembongkaran dilakukan, dirinya telah menemui pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan rencana pembongkaran aman secara hukum dan tidak menimbulkan persoalan di masa mendatang.
Ia menyebutkan anggaran pembongkaran tiang monorel diperkirakan mencapai Rp254 juta.
Jumlah tiang monorel yang dibongkar tercatat sebanyak 109 tiang hingga ujung Jalan HR Rasuna Said.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Semuanya akan ditata rapi, dan saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” ujarnya.
Penataan Kawasan dan Pengaturan Lalu LintasSelain pembongkaran tiang monorel, Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said.
Penataan tersebut meliputi pembangunan taman, fasilitas pedestrian, serta perbaikan selokan dengan anggaran diperkirakan mencapai Rp102 miliar.
Proses pembongkaran dilakukan pada malam hari untuk menghindari gangguan arus lalu lintas.
Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran berlangsung.
Pramono Anung Wibowo menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
“Mudah-mudahan, saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas tetap dijaga supaya tidak macet di tempat ini karena ini adalah jalur utama kita,” katanya.
Pembongkaran dan penataan kawasan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta membuat lingkungan Jalan HR Rasuna Said lebih indah dan nyaman bagi masyarakat.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3187421/original/067871800_1595417306-jaksa_agung__1_.jpg)