Kasus Bullying PPDS FK Unsri: Pelaku Disanksi SP2 dan Penundaan Wisuda

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri) telah menjatuhkan sanksi kepada senior yang terbukti melakukan perundungan terhadap mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) atau residensi Ilmu Kesehatan Mata FK Unsri di RSUP M. Hoesin, berinisial OA.

Bentuk perundungannya berupa pungutan liar (pungli). Senior minta dibayarkan berbagai kebutuhannya, mulai dari makan hingga clubbing.

Kepala Humas Unsri, Nurly Meilinda, mengatakan rektorat telah menjatuhkan saksi tegas kepada yang terlibat dengan Surat Peringatan Keras (SP2).

"Saksi lainnya yakni penundaan wisuda bagi yang bersangkutan," katanya kepada kumparan, Rabu (14/1).

Namun Nurly belum mengungkapkan identitas pelaku yang diberikan SP2.

Tak hanya itu, sesuai instruksi Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI yang telah menutup sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) atau residensi Ilmu Kesehatan Mata FK Unsri di RSUP M. Hoesin, pihak kampus juga telah membuat surat edaran.

Surat edaran itu terkait dengan larangan terhadap seluruh kegiatan yang terkait dengan perundungan dan praktik sejenis di lingkungan FK Unsri.

"Fakultas juga menerbitkan surat edaran yang melarang seluruh bentuk kegiatan yang mengarah pada perundungan dan praktik serupa di lingkungan FK Unsri," jelasnya.

Selain itu, untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, FK Unsri bersama RSUP M. Hoesin menyusun langkah-langkah preventif dan sistemik. Di antaranya dengan mewajibkan penandatanganan Pakta Integritas Anti-Perundungan bagi seluruh mahasiswa baru dan residen senior, yang memuat klausul sanksi pemberhentian atau drop out (DO) bagi pelaku kekerasan fisik, verbal, maupun eksploitasi finansial.

Fakultas juga akan melakukan audit keuangan secara berkala dan mendadak melalui Satuan Pengawasan Internal (SPI).

"Langkah ini guna memastikan tidak ada pungutan ilegal di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT)," katanya.

Selanjutnya, penataan ulang jadwal jaga agar sesuai dengan standar keselamatan pasien dan kesehatan mental mahasiswa, serta penghapusan tradisi non-akademik yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis.

"FK Unsri bersama RSUP M. Hoesin juga menyusun sejumlah langkah preventif sebagai upaya pencegahan ke depan," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bank Sampoerna Nilai F&B Lokal dan Ritel Menjanjikan, UMKM Impor Lebih Berisiko
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Bank Danamon dan Fairatmos Jalin Kerja Sama Pembiayaan Kredit Karbon
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Masih Berjiwa Wani dan Bermain Ngeyel, Andik Vermansah Siap Mudik ke Persebaya
• 9 jam lalubola.com
thumb
Sekolah Rakyat di Papua Jangkau Anak dari Keluarga Kurang Mampu
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Indonesia Gandeng China Buru Bajak Laut Penculik ABK WNI di Gabon
• 1 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.