FAJAR, JAKARTA — Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, memberi sinyal kuat bahwa Piala AFF 2026 akan dijadikan ajang strategis untuk mempercepat regenerasi skuad Garuda.
Turnamen yang berlangsung pada Juli-Agustus itu diproyeksikan sebagai laboratorium talenta, sekaligus ujian awal filosofi kepelatihannya.
Dalam sesi perkenalan di Jakarta, Selasa, 13 Januari, Herdman menilai Piala AFF 2026 memiliki karakter berbeda dibanding turnamen internasional lain. Karena digelar di luar kalender FIFA Matchday, ia realistis soal keterbatasan memanggil pemain-pemain yang merumput di luar negeri. Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru membuka ruang bagi talenta muda dan pemain lokal untuk unjuk gigi.
“Turnamen di Juli dan Agustus ini adalah kesempatan bagi saya untuk benar-benar memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia,” ujar pelatih asal Inggris tersebut.
Meski mengedepankan regenerasi, Herdman tak sepenuhnya menutup pintu bagi pemain inti. Beberapa pilar Timnas yang bermain di Super League tetap berpeluang dipanggil, termasuk gelandang Persib Bandung, Thom Haye, yang masih terikat kontrak hingga Mei 2027. Dengan status tersebut, Haye dan pemain naturalisasi lain di kompetisi domestik relatif lebih mudah dilibatkan.
Peluang itu tentu bergantung pada komunikasi PSSI dengan klub serta ILeague selaku operator Super League. Salah satu opsi yang mencuat adalah penyesuaian jadwal kompetisi 2026/2027 agar dimulai setelah Piala AFF rampung pada 26 Agustus. Alternatif lainnya, liga tetap berjalan bersamaan, namun klub bersedia melepas pemain bintangnya ke Timnas.
“Sulit membawa pemain tier satu dan dua karena mereka punya komitmen klub dan itu di luar kalender FIFA. Tapi AFF justru memberi ruang untuk pemain yang belum mendapat kesempatan di Maret atau Juni, serta pemain muda, dengan skala yang jauh lebih besar,” kata Herdman.
Selain Thom Haye, nama-nama seperti Eliano Reijnders (Persib Bandung), Rafael Struick (Dewa United), hingga Jens Raven (Bali United) juga masuk dalam radar. Kombinasi pemain muda lapar pembuktian dan bintang Super League dinilai bisa menjadi fondasi kuat bagi Herdman.
Dengan pendekatan ini, Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional, melainkan momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk membangun kedalaman skuad, sekaligus mengejar satu target besar yang masih hilang yakni gelar juara AFF. (*)




