Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya tengah mengevaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) usai kejadian penyandang tunanetra terperosok ke dalam selokan (got) di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.
Insiden tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instragam info_ciledug pada Senin (12/1), yang kemudian ramai diperbincangkan. Hal tersebut diduga terjadi karena kurangnya pendampingan dari petugas layanan Transjakarta Cares (Transcare) milik PT Transjakarta.
“Ya, tentu kami melakukan evaluasi terhadap Standar Pelayanan Minimal-nya,” ujar Syafrin saat meninjau pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).
Syafrin juga menegaskan telah menegur pihak TransJakarta atas insiden itu.
“Kami juga sudah menyampaikan teguran kepada manajemen TransJakarta. Ke depan hal ini tidak terulang kembali,” kata dia.
Syafrin menyebut, insiden ini telah diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.
“Dari rekan-rekan TransJakarta sudah komunikasi dengan yang bersangkutan dan sudah ada penyelesaiannya,” ucapnya.
Dalam video yang beredar, seorang perekam menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa pelanggan tersebut. Pelanggan tunanetra itu baru saja turun dari armada Transcare, tapi tidak diantarkan hingga titik aman oleh petugas.
Perekam menambahkan pelanggan sebenarnya sudah meminta bantuan agar didampingi hingga ke depan pintu tujuannya. Namun, petugas disebut hanya memberikan arahan verbal tanpa mendampingi secara fisik sampai akhirnya terperosok.
Penjelasan TransJakarta
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi, menyatakan permohonan maaf atas insiden yang menimpa pelanggan setianya.
Tjahyadi menegaskan pihaknya telah menjalin komunikasi langsung dengan korban untuk memberikan dukungan yang diperlukan.
"Kami menyesalkan kejadian tersebut dan telah berkomunikasi dengan pelanggan. Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan," ujar Tjahyadi dalam keterangan resminya, Senin (12/1).
Lebih lanjut, pihak manajemen Transjakarta berjanji akan melakukan pembenahan di sisi internal agar standar pelayanan terhadap penyandang disabilitas semakin ketat dan humanis.
"Saat ini kami melakukan evaluasi internal dan memperkuat kembali standar pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.



