JAKARTA, KOMPAS.TV - Kedutaan Besar Iran di Jakarta menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu telah memperkeruh situasi internal Iran. Menurut Teheran, pernyataan bernuansa provokatif dari kedua tokoh tersebut berkontribusi pada meningkatnya kekerasan teroris serta destabilisasi sosial di ibu kota Iran.
“Republik Islam Iran menyatakan kekhawatiran yang mendalam dan serius atas peran sikap dan intervensi terang-terangan dari beberapa aktor asing, terutama AS dan rezim Zionis,” demikian pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran yang dirilis di Jakarta, Rabu (14/1/2026) mengutip Antara.
Dalam pernyataannya, Kedubes Iran menegaskan bahwa sikap intervensionis para pejabat Amerika Serikat dan Israel dinilai melanggar prinsip dasar hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Iran menilai pernyataan-pernyataan tersebut secara jelas melanggar prinsip kedaulatan negara, non-intervensi, serta larangan ancaman dan penggunaan kekerasan terhadap negara lain.
Baca Juga: Sri Mulyani Masuk Governing Board Gates Foundation, Ini Profil dan Tugas Strategisnya
Iran juga menegaskan bahwa setiap bentuk hasutan, dukungan, maupun fasilitasi terhadap tindakan kekerasan di dalam wilayah negara berdaulat merupakan pelanggaran hukum internasional dan menimbulkan tanggung jawab langsung bagi negara yang terlibat.
“Upaya untuk mengeksploitasi tuntutan ekonomi rakyat Iran sebagai dalih untuk memberikan tekanan politik, perang psikologis, atau bahkan ancaman militer merupakan pelanggaran nyata terhadap kemerdekaan dan integritas teritorial Republik Islam Iran,” kata pernyataan tersebut.
Unjuk Rasa Bermula Damai, Disebut Disusupi Unsur Kekerasan
Kedutaan Besar Iran juga menjelaskan kronologi unjuk rasa yang terjadi di Teheran. Aksi tersebut mulai berlangsung pada 28 Desember 2025, dipicu oleh fluktuasi nilai tukar mata uang.
Menurut Iran, unjuk rasa awalnya dilakukan secara damai oleh serikat pekerja dan kelompok ekonomi yang terdiri dari pengusaha serta pedagang. Tuntutan utama mereka adalah stabilisasi pasar dan penerapan kebijakan ekonomi yang lebih efektif.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- Iran
- Amerika Serikat
- Donald Trump
- Israel
- Netanyahu
- Kedubes Iran



