Hari ke-16 Protes Iran: Putra Mahkota Serukan Rebut Negara, Trump Isyaratkan Serangan

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Aksi protes nasional di Iran pada 12 Januari 2026 resmi memasuki hari ke-16, menandai fase baru yang semakin menentukan bagi masa depan politik negara tersebut. Pada hari yang sama, Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, menyampaikan seruan ketiganya kepada rakyat Iran, dengan nada yang jauh lebih tegas dan eksplisit dibandingkan pernyataan sebelumnya.

Dalam pesannya, Reza Pahlavi menyerukan agar massa menduduki dan mempertahankan pusat-pusat kota serta jalan-jalan utama, merebut lembaga-lembaga pemerintahan strategis, serta menuntut pejabat negara, aparat militer, dan kepolisian untuk segera menentukan sikap. Dia menegaskan bahwa tujuan utama gerakan saat ini bukan lagi sekadar protes, melainkan mempersiapkan pengambilalihan kekuasaan secara nyata.

Dukungan Diaspora Iran Menguat di Berbagai Negara

Pada hari yang sama, gelombang dukungan dari diaspora Iran tampak menguat secara signifikan. Di Australia, warga Iran mengibarkan bendera Singa dan Matahari—simbol Iran pra-revolusi—di depan Kedutaan Besar Iran. Aksi serupa juga terjadi di berbagai negara lain, termasuk kawasan Eropa dan Amerika Utara, sebagai bentuk respons langsung terhadap seruan Reza Pahlavi.

Di Kanada, lebih dari 1.000 orang turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menyatakan dukungan terhadap rakyat Iran dan menentang kediktatoran di Teheran. Sejumlah negara Eropa juga secara terbuka mengecam penindasan brutal yang dilakukan aparat Iran terhadap para demonstran.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, dalam pernyataan publiknya pada 12 Januari, menyebut bahwa pemerintahan Iran saat ini telah kehilangan legitimasi, menandai meningkatnya tekanan diplomatik internasional terhadap rezim Teheran.

Militer AS dalam Siaga Penuh

Di tengah eskalasi tersebut, seorang pejabat senior Amerika Serikat mengungkapkan kepada Al Jazeera pada 12 Januari bahwa pasukan AS di Timur Tengah berada dalam status siap tempur penuh untuk menghadapi segala bentuk keadaan darurat atau misi yang mungkin diperintahkan.

Pejabat tersebut menyebutkan bahwa rencana militer terhadap Iran telah memasuki tahap akhir, dengan berbagai skenario aksi yang terus diperbarui sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan serta tingkat ancaman terkini.

Gedung Putih pada hari yang sama mengonfirmasi bahwa opsi serangan udara terhadap Iran telah masuk dalam agenda pembahasan resmi. Mengingat meningkatnya bentrokan berskala besar dan laporan kekerasan mematikan terhadap demonstran dalam beberapa hari terakhir, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tengah mempertimbangkan berbagai opsi respons.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi prioritas utama, namun menambahkan bahwa aksi militer tidak dikesampingkan apabila kondisi di Iran terus memburuk.

Iran Cari Negosiasi, AS Keluarkan Peringatan Evakuasi

Trump juga mengungkapkan bahwa pihak Iran sebelumnya secara proaktif menghubungi Amerika Serikat untuk membahas program nuklir dan kemungkinan negosiasi. Namun, dia memperingatkan bahwa jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut, militer AS dapat mengambil tindakan langsung.

Pada hari yang sama, Departemen Luar Negeri AS secara resmi meminta seluruh warga negara Amerika Serikat untuk segera meninggalkan Iran. Sejumlah maskapai internasional juga dilaporkan terus membatasi atau membatalkan penerbangan dari dan menuju Iran, mempersempit jalur evakuasi sipil.

Aktivitas Militer AS di Kawasan Teluk

Saluran Channel 14 Israel melaporkan pada 12 Januari bahwa setelah Gedung Putih merilis pernyataan bertajuk “God Bless the U.S. Military”, beberapa pesawat tanker KC-135 dan pembom strategis B-52 lepas landas dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dan melakukan aktivitas intensif di wilayah sekitar Iran.

Laporan tersebut memicu spekulasi luas bahwa Amerika Serikat tengah menunjukkan sinyal kesiapan militer yang sangat serius sebagai bentuk tekanan strategis terhadap Teheran.

“Mereka Mulai Melampaui Garis Merah”

Masih pada 12 Januari, ketika berada di atas pesawat Air Force One, Presiden Trump ditanya oleh wartawan apakah Iran telah melampaui garis merah Amerika Serikat. 

Dia menjawab singkat namun tajam: “Kelihatannya mereka mulai melakukannya.”

Seorang reporter CNN kemudian bertanya apakah Trump yakin Iran akan menganggap ancaman AS secara serius. 

Trump justru balik bertanya: “Bukankah Anda juga berpikir demikian?”

Untuk memperjelas maksudnya, Trump menyebut serangkaian tindakan yang pernah diambil AS:
– Qasem Soleimani telah disingkirkan
– Abu Bakr al-Baghdadi telah disingkirkan
– Perjanjian nuklir Iran dibatalkan
– Pasangan Nicolás Maduro dari Venezuela ditangkap dan diterbangkan ke New York
– Amerika Serikat kemudian mengambil alih pengelolaan Venezuela hingga ladang minyaknya kembali beroperasi

Trump menegaskan bahwa setiap tindakan tersebut adalah penanda tegas garis merah Amerika Serikat, sebuah pendekatan yang, menurut pengamat, membuat para elite politik yang terbiasa dengan diplomasi ambigu dan negosiasi tertutup merasa sangat tidak nyaman.

Kontak Langsung Tingkat Tinggi

Trump juga mengungkapkan bahwa pemimpin Iran kembali meneleponnya sehari sebelumnya, dan bahwa pertemuan sedang diatur karena pihak Iran ingin kembali bernegosiasi. Namun dia menambahkan pernyataan yang menegangkan: sebelum pertemuan itu terjadi, Amerika Serikat mungkin perlu terlebih dahulu mengambil tindakan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa krisis Iran pada pertengahan Januari 2026 telah memasuki fase paling berbahaya, di mana perubahan rezim, intervensi militer, dan diplomasi tingkat tinggi berjalan secara bersamaan, dengan dunia internasional menahan napas menunggu langkah berikutnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penyelamatan di Tembagapura Berhasil, TNI: Operasi Dilakukan Terukur
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Kanada Kucurkan Rp266,4 Miliar untuk Dukung UMKM, Perempuan, dan Kesehatan Ibu di Indonesia
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Catat, Tak Semua Pegawai atau Relawan SPPG Bisa Diangkat ASN PPPK
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Pramono Bakal Tegur Direksi TransJakarta Usai Penumpang Tunanetra Terjatuh ke Got
• 14 jam laluokezone.com
thumb
DPD I Golkar Sulsel Tunda Musda demi Anjangsana
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.