JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pembongkaran monorel di Jalan Rasunda Said akan dilakukan di malam hari agar tidak mengganggu aktivitas publik.
Pernyataan itu disampaikan oleh Pramono saat menyaksikan pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026)
“Pengerjaannya akan dilakukan pada malam hari, sehingga dengan demikian tidak ada penutupan jalur,” katanya.
“Dan mudah-mudahan, saya sudah minta kepada Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas tetap dijaga supaya tidak macet di tempat ini, karena ini adalah jalan utama kita,” ujarnya.
Baca Juga: Tiang Monorel Rasuna Said Dibongkar, Sutiyoso: Mudah-mudahan kalau Lewat Enggak Sakit Mata Lagi
Pramono mengungkapkan, penataan yang dilakukan Pemprov Jakarta di Rasuna Said meliputi jalan, saluran trotoar, penerangan jalan umum, taman-taman, dan sarana kelengkapan lainnya.
Pramono menargetkan penataan Jalan Rasuna Said akan selesai pada September 2026.
“Sehingga 102 miliar itu untuk kebutuhan tersebut, dan itu sudah dikaji secara mendalam, bulan September (target selesai),” ujar Pramono.
Di samping itu, Pramono menuturkan pembongkaran dan penataan Jalan Rasuna Said juga melibatkan Kejaksaan dan KPK.
Hal itu dilakukan agar penataan ini tidak menimbulkan persoalan di masa mendatang.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- pramono anung
- pramono
- pembongkaran tiang monorel
- waktu pembongkaran tiang monorel
- tiang monorel dibongkar


