Cerita Ocong 18 Jam Tempuh Semarang-Pati karena Terjebak Banjir

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Banjir yang menggenangi jalan raya Pantura, antara Kabupaten Kudus dan Pati berdampak pada distribusi barang dan logistik. Bahkan, seorang sopir membutuhkan waktu 18 jam, untuk menempuh perjalanan dari Semarang sampai Pati. Padahal biasanya hanya perlu 3-4 jam.

Waktu tempuh itu belum menghitung perjalanan melintasi titik banjir di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati. Apalagi, banyak juga titik jalan berlubang yang membuat lalu lintas makin tersendat.

Ocong, sopir itu, mengungkapkan, dia berangkat dari Semarang, Selasa (13/1) pukul 17.00 WIB dan baru sampai Pati pada Rabu (14/1) pukul 11.00 WIB atau 18 jam perjalanan. Rencananya, dia akan mengirim barang ke Provinsi Bali.

"Berangkat jam lima sore sampai sekarang belum lolos. Terjebak macet di dua titik Kudus dan Pati. Ini di Pati sendiri sudah lebih dari satu jam," beber dia saat ditemui, Rabu (14/1).

Ocong, yang mengemudi truk tronton itu mengatakan, dalam waktu normal perjalanan dari Semarang ke Pati membutuhkan waktu empat jam, dan hanya semalam untuk mencapai Bali. Namun, dengan kondisi banjir ini, dirinya bahkan sempat tidur di jalanan.

"Kalau nggak banjir ya cuma satu malam. Ini aja belum ada separuh perjalanan," katanya.

Ocong pun kini sudah pasrah jika kliennya protes atas keterlambatan pengiriman barang. Mengingat, kondisi bencana ini tidak terpikirkan sebelumnya.

"Ya komplain sih komplain, cuma ya mereka menyadari," kata warga Kabupaten Batang itu.

Selain keterlambatan barang, Ocong juga mengeluhkan masalah lain. Yakni ongkos perjalanan yang membengkak, mulai dari keperluan makan hingga BBM.

"Wah, kalau ongkos sudah nggak bengkak lagi. Minimal untuk makan dan solar," katanya dengan tertawa getir.

Sopir lain, Supri mengatakan, ia sudah terjebak satu jam di antrean akibat banjir di Ruas Pantura, kawasan Pati.

"Tadi sudah padat sejak lampu merah (lalu lintas) Perempatan Tanjang sampai pertigaan sini (Widorokandang).

Sedianya, Supri akan mengirim barang dari Jakarta ke Surabaya. Namun, karena terjebak banjir, dirinya pasrah terlambat mengirim barang.

"Terlambat lah, telat. Semarang nggak banjir, Kudus banjir, dan Pati ini juga banjir," katanya.

Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan, sampai hari ketiga banjir di Pantura Pati-Rembang, kendaraan dari arah Rembang ke Pati masih mengular hingga 3 Kilometer. Sedangkan dari arah sebaliknya sepanjang 2 kilometer.

"Terjadi perlambatan kendaraan dari arah Rembang ke Pati dan sebaliknya karena adanya luapan sungai. Limpasan air tersebut ditambah adanya lubang jalan sehingga membuat kendaraan yang melintas menjadi lambat," katanya.

Untuk mengatur lalu lintas, pihaknya mengatur kendaraan dari arah Rembang untuk masuk ke Jalan Lingkar Selatan (JLS) karena volumenya lebih tinggi. Sedangkan dari arah Pati ke Rembang tetap melintasi Pantura Pati-Rembang.

"Kita melakukan pengalihan arus lalu lintas di Pertigaan Sampang dan Batangan. Itupun hanya untuk kendaraan kecil dan roda dua" jelas Riki.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Semarang 14 Januari 2026
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Airlangga Ungkap RI Akan Punya BUMN Baru Khusus Urusi Tekstil
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
5 Berita Populer: Wardatina Tolak Damai; Ammar Zoni Pakai Ganja
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenkum ajak petani urus legalitas usaha, fondasi ketahanan pangan
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Viral Pesepeda Adang Pemotor di Jalur Sepeda Jl Sudirman, Begini Kronologinya
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.