Ritual Damai di Mimika Berujung Ricuh, Pejabat dan Aparat Dilempari Batu

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Papua Tengah, ERANASIONAL.COM – Konflik berkepanjangan antara dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya disepakati berakhir melalui prosesi adat patah panah dan panah babi yang digelar di Kampung Amole, Senin (12/1/2026). Ritual tersebut menjadi simbol perdamaian antara kelompok Dang dan Newegalen, sekaligus penanda berakhirnya rangkaian kekerasan yang sebelumnya meresahkan masyarakat setempat.

Namun, harapan akan pulihnya situasi keamanan pasca-ritual adat tersebut tidak sepenuhnya terwujud. Proses perdamaian yang baru saja dilaksanakan justru kembali ternoda oleh aksi kericuhan, kurang dari 30 menit setelah prosesi adat dinyatakan selesai.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kericuhan bermula saat sejumlah tahanan yang terlibat dalam konflik digiring oleh aparat keamanan menuju kendaraan kepolisian. Sejumlah massa dari kelompok Dang kemudian melakukan protes keras terhadap aparat keamanan dan pemerintah daerah yang hadir dalam prosesi tersebut.

Massa menuntut agar para tahanan dari kelompok mereka dibebaskan tanpa syarat, dengan alasan proses perdamaian adat telah dilakukan. Namun, tuntutan tersebut tidak dapat dipenuhi aparat penegak hukum, mengingat para tahanan telah melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan, serta dinilai memenuhi unsur pidana berdasarkan hukum yang berlaku.

Aparat keamanan tetap melanjutkan proses pengamanan dan membawa para tahanan sesuai prosedur. Situasi yang awalnya masih terkendali kemudian berubah memanas ketika seseorang yang diduga sebagai provokator melempar batu ke arah aparat keamanan dan sejumlah pejabat daerah yang berada di lokasi.

Aksi pelemparan tersebut memicu kepanikan. Beberapa pejabat dan undangan yang sebelumnya mengikuti prosesi adat tampak berhamburan meninggalkan lokasi untuk menghindari situasi yang semakin tidak kondusif.

Menanggapi tindakan tersebut, aparat keamanan mengambil langkah tegas dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara dan melakukan pengejaran terhadap oknum-oknum yang diduga memicu kerusuhan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bentrokan yang lebih luas dan menjaga keselamatan masyarakat sekitar.

Ritual patah panah dan panah babi merupakan tradisi adat yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat, sebagai simbol berakhirnya permusuhan dan komitmen untuk hidup berdampingan secara damai. Namun, insiden ini menunjukkan bahwa perdamaian adat tidak selalu berjalan seiring dengan penerimaan terhadap proses hukum formal.

Aparat keamanan menegaskan bahwa proses adat tidak menghapus tanggung jawab pidana bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak kekerasan atau pelanggaran hukum. Oleh karena itu, penegakan hukum tetap harus berjalan meski upaya rekonsiliasi adat telah dilakukan.

Pasca insiden tersebut, aparat gabungan TNI-Polri meningkatkan pengamanan di sekitar Kampung Amole dan wilayah Distrik Kwamki Narama guna mencegah terjadinya aksi susulan. Hingga sore hari, situasi dilaporkan mulai berangsur kondusif, meski aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Pemerintah daerah bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat diharapkan dapat kembali melakukan pendekatan persuasif agar kesepakatan damai yang telah dicapai tidak kembali runtuh akibat provokasi segelintir pihak.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa proses rekonsiliasi konflik di Papua tidak hanya membutuhkan pendekatan budaya, tetapi juga penguatan komunikasi, penegakan hukum yang adil, serta kehadiran negara yang konsisten demi menjaga perdamaian jangka panjang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral Kasus Lansia Tewas Dianiaya Pemuda di Bandung, Dedi Mulyadi Sampaikan Duka hingga Beri Bantuan Rp50 Juta
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Sutiyoso Buka Alasan Bangun Monorel Jakarta, Kini Lega Proyek Mangkrak Dibongkar
• 10 jam lalumerahputih.com
thumb
Sisa-sisa Serangan Udara Rusia di Distrik Industri Kyiv
• 16 jam laludetik.com
thumb
Banjir di Semper Barat Jakarta Utara Mulai Surut, Warga Tetap Waspada Hujan Susulan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pelunasan Biaya Haji Khusus 2026 Ditutup, Capai 101,81 Persen dari Total Kuota
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.