Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) menjalin kerja sama dengan PT Udara Untuk Semua (Fairatmos) untuk mengembangkan pembiayaan hijau dan perdagangan kredit karbon. Kolaborasi tersebut diformalisasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Menara Bank Danamon, Jakarta, Selasa (13/1/2025).
Kerja sama ini mencakup pengembangan pembiayaan solusi berbasis alam (nature-based solutions), penghitungan emisi, serta penerbitan dan perdagangan kredit karbon. Dalam kolaborasi tersebut, Fairatmos berperan menyediakan kapabilitas teknologi serta akses ke jaringan pembeli internasional, sementara Danamon berperan sebagai penyedia pembiayaan bagi pengelola hutan maupun pembeli kredit karbon.
Direktur Syariah & Sustainability Finance Danamon Herry Hykmanto menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi bank dalam memperluas pembiayaan berkelanjutan dan mendukung penyediaan solusi pembiayaan berkelanjutan bagi nasabah.
“Dengan menggandeng Fairatmos, kami berharap dapat menghadirkan solusi inovatif yang tidak hanya membantu pengurangan emisi karbon, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan masyarakat. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa sektor keuangan dapat berperan aktif dalam transisi menuju ekonomi hijau,” ujarnya, dikutip dari siaran pers.
Sementara itu, CEO Fairatmos Natalia Rialucky menilai kolaborasi ini menjadi tonggak penting bagi pembiayaan kredit karbon di sektor kehutanan nasional. Dia mengemukakan bahwa Danamon adalah institusi keuangan pertama di Indonesia yang berani melangkah sebagai pionir dalam fasilitas pembiayaan kredit karbon untuk sektor kehutanan.
“Setelah tiga tahun kami berupaya menjembatani kesenjangan pendanaan di sektor ini, Danamon menjadi mitra pertama yang merangkul visi ini dengan nyata. Dengan dukungan teknologi Fairatmos dan jaringan lebih dari 500 pemilik aset kami di Asia Tenggara, kolaborasi ini akan menjadi blueprint pertama yang membuktikan bahwa sektor keuangan Indonesia mampu memimpin dunia dalam pembiayaan berbasis alam,” kata Natalia.
Baca Juga
- Emisi Karbon AS Melesat di Tahun Pertama Pemerintahan Trump
- Volume Perdagangan Bursa Karbon Tumbuh 118,46% Sepanjang 2025
- Bank-Bank Wall Street Kantongi Cuan Lebih Besar dari Proyek Hijau
Fairatmos selama ini berfokus pada pengembangan proyek restorasi alam di kawasan Asia Tenggara, termasuk ekosistem hutan, pesisir, dan karbon biru. Melalui kerja sama ini, Danamon dan Fairatmos akan menjajaki peluang pengembangan produk dan skema pembiayaan berkelanjutan, khususnya untuk proyek kredit karbon berbasis alam.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda keberlanjutan Danamon dan strategi Satu Grup Finansial, yang menargetkan pencapaian nol emisi bersih dari kegiatan operasional pada 2030 dan portofolio pembiayaan pada 2050. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembiayaan pengurangan emisi di Indonesia.



