JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan importir produk Indonesia membahas jalur pengiriman produk Indonesia, terutama minyak sawit ke Pakistan melalui Pelabuhan Qasim (Port Qasim) di Karachi, Pakistan, Jumat 9 Januari 2025.
Pelabuhan tersebut berperan sebagai pelabuhan utama sekaligus simpul impor minyak nabati (edible oil) ke Pakistan, serta menjadi titik strategis dalam rantai pasok minyak sawit.
Pada pertemuan tersebut, Wamendag Roro menyampaikan apresiasi atas peran strategis Pelabuhan Qasim dalam mendukung kelancaran pasokan minyak sawit Indonesia ke Pakistan.
Ia juga menyoroti potensi peluang kerja sama perdagangan lainnya yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Pakistan.
BACA JUGA:Wamendagri Koordinasikan Pemenuhan Dokter di Lokasi Bencana Banjir Sumatera
“Indonesia memandang Pakistan sebagai mitra dagang yang sangat penting untuk perdagangan minyak sawit. Kerja sama perdagangan ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang. Indonesia juga terbuka terhadap peluang perdagangan produk lainnya dengan Pakistan yang tentunya akan saling menguntungkan bagi kedua negara. Hal ini diharapkan dapat makin memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan ke depan,” ujar Wamendag Roro.
Senada dengan Wamendag Roro, CEO Westbury Group sekaligus CEO Mapak Edible Oils Abdul Rasheed Janmohammed menekankan pentingnya peran Pelabuhan Qasim dalam mendukung kelancaran pasokan sawit Indonesia ke Pakistan.
Ia berharap, perdagangan Indonesia-Pakistan dapat terus meningkat melalui penguatan rantai pasok yang meliputi peningkatan efisiensi logistik, simplifikasi prosedur perizinan, serta pengembangan fasilitas penyimpanan (storage) di pelabuhan.
BACA JUGA:Peringatan Keras Wamendagri Bima Arya ke Kepala Daerah, Tak Tinggalkan Wilayah Saat Situasi Darurat
Upaya-upaya tersebut akan memastikan pasokan sawit Indonesia menjadi lebih cepat, stabil, dan kompetitif dibandingkan pemasok dari negara lain.
Sebagai salah satu importir sawit Indonesia terbesar di Pakistan, lanjut Abdul, Westbury Group juga memiliki berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang telah dijalankan.
Program CSR tersebut antara lain meliputi pendirian rumah sakit dan taman asuh ramah anak (daycare) di kawasan Pelabuhan Qasim untuk menjamin layanan kesehatan serta perawatan bagi masyarakat dan karyawan yang tinggal di sekitar pelabuhan.
BACA JUGA:Wamendagri Blak-blakan! Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Terancam Sanksi Usai Umrah Saat Bencana
Menanggapi hal tersebut, Wamendag Roro menyampaikan peluang perluasan perdagangan jasa untuk penyediaan tenaga kesehatan seperti dokter umum, dokter gigi, dan perawat.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara yang tidak hanya dalam perdagangan barang, tetapi juga perdagangan jasa.
- 1
- 2
- »





