Mentan Bakal Rehab Sawah Terdampak Bencana Sumatera Mulai Besok

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mulai melakukan rehabilitasi sawah terdampak bencana Sumatera mulai besok, Kamis (15/1).

Rehabilitasi dilakukan secara serentak di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan prioritas pada lahan sawah rusak ringan dan sedang agar petani dapat kembali berproduksi.

"Insyaallah subuh [besok] kami berangkat ke Aceh, bersamaan tiga lokasi kita memulai rehab sawah yang rusak ringan, sedang, dan berat. Kita memulai dari ringan dan sedang agar saudara-saudara kita bisa bekerja seperti biasanya," ucap Amran kepada wartawan usai rapat kerja Komisi IV DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (14/1).

Amran menjelaskan, total lahan sawah yang akan direhabilitasi mencapai lebih dari 100 ribu hektare, mencakup sawah dengan tingkat kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

"Totalnya, rencana ada 100 ribu lebih [hektare lahan] ringan, sedang, dan berat. Jadi besok secara bersamaan kami mulai Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," lanjut dia.

Berdasarkan data per 13 Januari 2026 yang dipaparkan Amran, luas lahan sawah yang terdampak bencana di tiga provinsi itu mencapai 107,3 ribu hektare.

Terdiri atas sawah rusak ringan seluas 56 ribu hektare, rusak sedang 22,1 ribu hektare, dan rusak berat 29 ribu hektare. Dari total lahan sawah terdampak, luas areal tanaman padi dan jagung yang mengalami gagal panen mencapai 44,6 ribu hektare.

Selain sawah, dampak bencana juga meluas ke sektor perkebunan dan hortikultura. Luas lahan perkebunan terdampak pada tanaman kopi, kakao, kelapa dalam, dan komoditas lainnya di luar lahan sawah mencapai 29,3 ribu hektare.

Sementara itu, lahan hortikultura yang terdampak pada tanaman sayuran, buah, dan tanaman obat tercatat mencapai sekitar 1.800 hektare.

DPR Setujui Tambahan Anggaran buat Rehabilitasi Pascabencana

Sebagai mitra kerja, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyetujui usulan tambahan anggaran Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang dipergunakan untuk rehabilitasi pascabencana Sumatera.

Adapun, kebutuhan anggaran pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi terdampak mencapai Rp 6,6 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas Rp 1,49 triliun dari alokasi APBN Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 serta usulan tambahan anggaran sebesar Rp 5,1 triliun.

Sedangkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghitung estimasi kebutuhan anggaran pemulihan sektor kelautan dan perikanan pascabencana di Sumatera mencapai Rp 1,71 triliun.

"Tentu untuk kerusakan yang sebegitu besar, anggaran permintaan Rp 1,7 [triliun] tidak cukup. Kementerian Pertanian tadi mintanya Rp 5,1 [triliun] malahan ya. Intinya kami akan mendukung, menyetujui tambahan anggaran untuk rehabilitasi, pemulihan lahan dan area-area yang terdampak ini yang menyangkut mitra-mitra Komisi IV ini," ucap Titiek di kesempatan yang sama.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bali jadi Lokasi Riset Kaitan Musik dengan Perkembangan Otak
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Andien Nyatakan Dukungan Terbuka untuk Aurelie Moeremans
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ketua Komisi II DPRD Pinrang Apresiasi Polres dalam Pengungkapan 3,2 Kg Sabu-sabu
• 7 jam laluharianfajar
thumb
PBB Desak Iran Hentikan Kekerasan dan Eksekusi Mati Terhadap Demonstran
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp50.200/Kg, Telur Ayam Rp32.550/Kg
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.