GenPI.co - Perceraian eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Atalia Praratya menjadi pengingat bahwa pernikahan, sekali pun terlihat bahagia, tidak lepas dari tantangan.
Banyak pasangan menghadapi masalah yang tampak sepele, tetapi bisa mengguncang hubungan jika tidak ditangani dengan baik.
Dilansir Your Tango, berikut masalah yang sering menguji pernikahan.
1. Mengubah PasanganSetelah menikah, tidak jarang salah satu pasangan mencoba "mengubah" pasangannya, mulai dari selera berpakaian, kebiasaan, hingga keyakinan dasar.
Tindakan ini bisa dirasakan sebagai pelanggaran privasi, membuat pasangan yang menjadi korban merasa tidak dihargai, terluka, dan marah.
Kadang perubahan ini dilakukan dengan sengaja atau tanpa disadari, misalnya ketika mencoba membantu pasangan.
Namun, dampaknya tetap sama. Komunikasi bisa menjadi sulit dan kedekatan emosional menurun.
2. Komunikasi yang Tidak EfektifBanyak pasangan salah kaprah antara "berbicara" dengan "berkomunikasi".
Berbicara sering kali hanya menyampaikan informasi tanpa tanggapan atau menjadi ajang keluhan dan kritik.
Sementara itu, komunikasi merupakan pertukaran verbal dan non-verbal yang melibatkan respons, rasa aman, serta keterbukaan.
Kurangnya komunikasi yang efektif bisa membuat pasangan terjebak dalam kebiasaan berbicara tanpa memahami.
Jika tidak diperbaiki, masalah kecil bisa berkembang menjadi konflik yang lebih serius.
3. Menjaga Sentuhan Fisik dan EmosionalSentuhan fisik dan kasih sayang merupakan fondasi penting dalam pernikahan.
Kehilangan minat atau kesulitan dalam menjaga sentuhan akan memicu jarak emosional.
Sulit untuk merasa terikat secara emosional tanpa sentuhan fisik.
Identifikasi area masalah dalam hubungan dan cari cara untuk memperbaikinya.
Bangun kembali kenyamanan fisik dan emosional agar hubungan tetap segar. (*)
Lihat video seru ini:





