Mi’ing PDIP Apresiasi Pandji Hadirkan 10 Ribu Orang di Mens Rea: Kalau Partai Ngumpulin 10 Ribu Itu Harus Keluar Duit Ratusan Miliar

fajar.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pelawak dan aktor senior, sekaligus kader PDIP,
Tubagus Dedi Suwendi Gumelar alias Mi’ing mengapresiasi komika Pandji Pragiwaksono.

Karena special shownya bertajuk Mens Rea di Jakarta dihadiri 10 ribu orang.

Pertunjukan yang tayang Netflix hingga berujung pelaporan terhadap Pandji itu, diketahui menuai pro kontra.

Namun bagi Mi’ing, Pandji patut diapresiasi.

“Dunia sejarah lawak itu, apapun namanya kita harus apresiasi pada Pandji mampu mengumpulkan 10 ribu penonton dan membayar rata-rata di atas Rp1 juta rupiah,” katanya dalam sebuah program di TV One, dikutip Rabu (14/1/2026).

Apalagi, kata dia, momen saat pertunjukaan itu bersamaan dengan demonstrasi di seluruh Indonesia pada Agustus lalu. Termasuk di Jakarta.

“Artinya apa? Ini masyarakat, datang 10 ribu orang dalam kondisi sorenya habis ramai, demo, bakar-bakaran di depan Senayan, perjalanan pertunjukan itu dengan lancar dan baik,” paparnya.

Dia menyentil staf khusus Kantor Staf Presiden (KSP), Saddam Al Jihad yang hadir dalam program tersebut.

“Artinya apa? Mereka tetap punya keberanian untuk datang apa? Menitipkan aspirasi mereka dalam bentuk komedi Pak KSP. Ini masyarakat ini. Kenapa? Komedi tidak pernah berdiri sendiri, dia datang 10 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, tak mudah mengumpulkan 10 ribu orang. Jika dilakukan partai politik, ongkosnya bisa ratusan miliar rupiah.

“Partai politik ngumpulin 10 ribu, harus ratusan miliar keluar duit untuk ongkosin orang, demikian juga demo, untuk ngumpulin 10 ribu orang, berapa puluh miliar harus keluar uang untuk nasi dan lain sebagainya,” terangnya.

“Ini mereka datang 10 ribu dan membayar. Ini sesuatu, ada satu segmen masyarakat, yang punya keresahan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, komedi adalah suatu ventilasi,. Pertunjukan komedi, dia ibaratkan sebagai ventilasi dari kepengapan kehidupan sosial ekonomi politik dan sebagainya.

“Ketika nonton lawak, dia tertawa padahal dia nganggur loh. Ketika dia nonton sepak bola PSSI menang, dia teriak segala macam, padahal anaknya belum bayar SPP. Itu katarsis namanya. Nah ini harus diapresiasi menurut saya,” imbuhnya.

Mi’ing juga menyinggung pelaporan Pandji oleh kelompok yang mengatasnamakan pemuda Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama. Meski PBNU dan PP Muhammdiyah sudah membantah mereka terlibat.

“Kalau dia dilaporkan, itu hak dia sebagai warga negara. Akan tetapi saya ingin sampaikan, materi yang disampaikan Pandji, itu adalah materi yang sifatnya sekunder, sudah ada di publik. Sudah ada di masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, dia melihat materu Pandji sebenarnya bukan barang baru. Semuanya sudah ada di publik, hanya saja dikemas berbeda.

“Jadi Pandji, bagaimana proses kreatif itu, dia belanja masalah itu. Belanja materi itu di publik. Jadi bukan ngarang. Bahwa faktanya ada, bahwa kalau ada politik balas jasa, semua rakyat tahu. Nggak perlu marah gituloh. Itu memang ada kok,” pungkasnya.

“Bahwa ada polisi seperti itu. Oknum. Itu memang fakta. Ada. Hanya dikemas dalam bentuk humor,” tambahnya. (Arya/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kepsek di Lampung Protes MBG Busuk, Dapur Umum Bantah Beri Menu Tak Layak
• 11 jam lalukompas.com
thumb
WNI Awak Kapal Nelayan Diculik Bajak Laut Gabon, Kemlu Koordinasi dengan China
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Pengakuan Saksi soal Nasib Tangki BBM OTM usai Kontrak Sewa Habis 10 Tahun
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Hadir di Pengukuhan empat Guru Besar, Wiranto: Kegigihan dalam Mendidik Anak Bangsa
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.