JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tiang miring yang menyangga tumpukan kabel semrawut di pinggir Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, telah dicabut.
Tiang tersebut sebelumnya menahan kumpulan kabel dengan posisi miring ke arah depan. Letaknya berdempetan dengan pagar ruko di belakangnya.
Di lokasi bekas tiang miring itu, terlihat tiga bekas lubang tiang yang sudah dipotong. Sementara itu, di tepi trotoar dekat badan jalan, tampak dua tiang lain masih berdiri.
Baca juga: Kabel Semrawut Menjuntai Rendah di Trotoar Tebet, Ancam Keselamatan Pejalan Kaki
Kabel yang semula ditopang oleh tiang miring tersebut kini membentang di sepanjang trotoar dengan banyak ikatan dan bertumpu pada tiang-tiang lain di tepi trotoar.
Menurut warga sekitar, tiang itu dicabut kurang dari sebulan lalu.
“Oh iya, kayaknya dari tiga minggu yang lalu, belum sebulan,” kata seorang warga, Naufal (28), saat ditemui di sekitar lokasi tiang, Rabu (14/1/2026).
Naufal mengaku tidak melihat langsung proses pencabutan tiang miring tersebut. Namun, ia sempat merasa khawatir dengan kondisi tiang yang miring.
“Lho iya, saya juga baru nyadar lagi. Waktu itu juga kami sebenarnya agak ngeri lihatnya miring banget, bisa-bisa nimpa orang yang lewat,” kata Naufal.
Ia pun bersyukur tiang tersebut akhirnya dicabut meski tumpukan kabel di lokasi itu masih terlihat semrawut.
Sementara itu, dua titik tiang miring lainnya masih ditemukan di depan Kantor Camat Tebet. Kedua tiang tersebut terlihat condong ke arah jalan raya.
Baca juga: Pemandangan Mengenaskan di Kantor Kecamatan Tebet: Kabel Menjuntai dan Tiang Miring
Selain itu, sejumlah tiang lain yang ditanam di pinggir trotoar di pertigaan menuju Jalan Tebet Barat Dalam Raya tampak condong ke arah dalam. Beberapa batu terlihat ditumpuk di sekitar tiang yang tertanam di beton.
Di sekitar tiang-tiang tersebut, terdapat lubang yang tergenang air pascahujan. Sejumlah kabel juga tampak teronggok di dalam lubang tersebut.
Terkait kondisi kabel, warga lain bernama Doni (36) mengatakan bahwa jumlah kabel yang terlalu banyak membuat bebannya semakin berat, sehingga posisinya membentang lebih rendah.
Akibatnya, beberapa kabel kerap putus karena bergesekan dengan kendaraan besar, seperti truk yang melintas.
“Kemaren tuh baru putus gara-gara ada truk lewat. Ya akhirnya dirapiin sedikit aja, enggak tahu sama siapa,” kata Doni ditemui terpisah.




