Dari Ruang Kelas ke Dunia, Siswa SMP YPSA Medan Raih 4 Medali di Thailand

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Siswa-siswi SMP Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) di Medan membawa dua medali perak dan dua medali perunggu pada ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEX) yang diselenggarakan pada 5–9 Januari 2026 di Thailand.

IPITEX merupakan ajang kompetisi dan pameran internasional untuk memamerkan penemuan dan inovasi potensial serta menarik dari para penemu maupun inovator internasional.

Kepala SMP YPSA, Linda Hariati Siregar, mengatakan bahwa siswa-siswinya mempersiapkan lomba tersebut dalam kurun waktu lima bulan.

"Anak-anak mempersiapkannya kurang lebih sekitar 4-5 bulan. Itu mulai dari persiapan apa yang akan diteliti, kemudian mencari jurnal-jurnal yang terkait dengan penelitian anak-anak," kata Linda saat ditemui di kantornya, Rabu (14/1).

Linda menjelaskan bahwa siswa-siswi SMP YPSA yang dibawa ke IPITEX, Thailand, berjumlah 27 orang yang terbagi dalam empat tim. Masing-masing tim memperoleh medali perak dan medali perunggu.

Tim pertama meraih medali perak dengan inovasi Friendcil. Friendcil merupakan pensil warna ramah lingkungan yang terbuat dari biokomposit bagas tebu dan eceng gondok, fitopigmen alami, serta ekstrak aromatik asli Sumatera Utara.

"Friendcil itu merupakan inovasi pensil warna berbahan dasar dari tanaman pigment sintesis. Berupa tanaman enceng gondok, tanaman tebu, kemudian menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan," ujar Linda.

Kemudian, tim kedua meraih medali perak dengan inovasi Soulmeat. Soulmeat dibuat dari produk daging analog berbahan dasar tumbuhan. Produk ini dikemas menjadi pangan bergizi tinggi yang dapat membantu pencegahan anemia.

"Mereka membuat daging, tetapi berbahan dasar dari tanaman labu. Jadi, Soulmeat ini untuk mencegah penyakit anemia," ucap Linda.

Selanjutnya, tim ketiga meraih medali perunggu dengan inovasi Eleaftricity. Eleaftricity mengeksplorasi pewarna alami dari tanaman endemik Sumatera Utara sebagai fotosensitizer murah dan ramah lingkungan untuk Sel Surya Sensitif Pewarna (DSSC).

"Ini merupakan solar panel ya. Menggunakan tanaman daun singkong dan juga tanaman andaliman. Jadi, solar panel ini bisa dibuat untuk menghasilkan energi terbarukan, energi listrik," kata Linda.

Tim keempat meraih medali perunggu dengan inovasi Spraydom. Spraydom merupakan pengobatan nonfarmakologis karena pengobatan farmakologis konvensional dapat menyebabkan ketergantungan dan efek samping, sehingga menyoroti kebutuhan akan intervensi nonfarmakologis.

Aromaterapi dan sistem manajemen tidur digital Spraydom secara efektif dan aman mengurangi gejala insomnia, meningkatkan kualitas tidur, serta meningkatkan relaksasi.

"Spraydom ini merupakan aromaterapi dalam bentuk spray. Anak-anak membuatnya dengan lima aromaterapi yaitu kecombrang, jeruk purut, aroma serai dan aroma melati. Jadi, aromaterapi ini mengobati insomnia," imbuh Linda.

Linda menjelaskan bahwa SMP YPSA telah memiliki ekstrakurikuler penelitian untuk memperkuat pengetahuan siswa-siswinya.

"Jadi, anak-anak tergabung dalam tim research di sekolah dan itu dilaksanakan setiap hari Sabtu. Mentornya dari guru kita sendiri yang sudah berpengalaman dalam bidang penilitian," ucap Linda.

Linda mengatakan produk daging dari inovasi Soulmeat telah memiliki hak paten dan bersertifikasi halal. Ia menyebutkan bahwa pihak sekolah akan memperjualbelikan hasil penelitian lomba siswa-siswinya.

"Kalau untuk dagingnya sendiri (dari labu), kita sudah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi, semua bahan-bahan yang diteliti oleh anak-anak untuk dilombakan, kita sudah buat juga uji Laboratoriumnya. Kemudian, juga mendapatkan sertifikat halal untuk makanannya," kata Linda.

"Untuk sekarang mungkin belum diperjualbelikan karena anak-anak juga masih dalam tahap belajar gitu ya. Tapi, tidak menutup kemungkinan, karena kita juga sudah buatkan hakinya. Pastinya untuk kedepannya akan dilakukan proses selling-nya," ucap Linda.

Linda menuturkan bahwa dirinya sebagai kepala sekolah akan terus meningkatkan kreativitas siswa-siswinya untuk mengikuti ajang perlombaan internasional berikutnya.

"Kita berupaya untuk meningkatkan minat dan bakat anak-anak kita di sini, untuk menampung kreativitas mereka. Pastinya, kita akan ajak anak-anak untuk mengikuti ajang-ajang internasional lainnya," tutup Linda.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Luhut Tegaskan Tak Punya Saham di TPL
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!
• 15 jam lalutheasianparent.com
thumb
Aksi IMPC, OASA, BIPI, SOFA di Bisnis Waste to Energy (WtE), Apa Kabar TOBA?
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tips Renang untuk Pemula: Teknik Dasar dan Pernapasan yang Benar
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Kota Surabaya 15 Januari 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.