Menteri ESDM Bahlil Ungkap Peluang Setop Impor Bensin Tahun Depan

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia membuka peluang untuk menyetop impor bensin dengan kandungan oktan (RON) 92, RON 95, dan RON 98 pada tahun depan. Penyetopan impor ini dilakukan bersamaan dengan dorongan agar Pertamina bisa memproduksi ketiga jenis bensin itu di dalam negeri.

“Kami mau dorong agar produksi (bensin) sudah harus ada pada 2027. Kemungkinan pada semester kedua,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (14/1).

Dia menyebut selama kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan bensin, maka Indonesia akan tetap melakukan impor.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, jumlah kebutuhan bensin nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun. Kebutuhan ini terdiri atas bensin RON 90 28,9 juta, RON 92 8,7 juta, serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu kiloliter per tahun.

Penyetopan impor bensin itu akan berdampak pada seluruh pelaku usaha, termasuk pemilik jaringan SPBU swasta. Namun pemerintah akan tetap memberikan alokasi impor BBM selama kapasitas produksi Pertamina belum mencukupi seluruh permintaan yang ada di Indonesia.

“Kuota impornya tetap kami berikan, saat ini sedang dihitung berapa rentang kuota yang akan diberikan ke masing-masing badan usaha swasta,” ujarnya.

Selain bensin, Indonesia mulai tahun ini menyetop impor Solar. Indonesia saat ini memiliki dua jenis solar yakni CN48 untuk bahan bakar mobil dan CN51 untuk alat berat di lokasi ketinggian, seperti yang digunakan PT Freeport Indonesia untuk operasional tambang.

Bahlil sebelumnya memastikan pemerintah sudah tidak mengeluarkan izin impor Solar CN48 sejak awal tahun ini. Penyetopan dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto.

Jika Indonesia pada periode Januari - Februari 2026 masih tercatat impor, maka itu berasal dari sisa kuota atau alokasi 2025. Meski impor berhenti, ia memastikan pemenuhan kebutuhan masih bisa dilakukan melalui produk hasil olah Kilang Balikpapan.

“Solar CN 48 sudah setop impor, CN51 mulai semester dua tahun ini kita tidak impor lagi,” kata Bahlil saat ditemui di lokasi Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Kilang Balikpapan yang berkapasitas 360 ribu barel ini tidak hanya memproduksi semua jenis solar, tapi juga bensin, LPG, serta produk petrokimia yang ada di Indonesia. Bahlil menyebut nantinya seluruh perusahaan stasiun bahan bakar minyak atau BBM yang dikelola perusahaan swasta akan membeli langsung produk-produk olahan kilang Pertamina.

SPBU Swasta Sudah Impor Bensin pada Awal 2026

Kementerian ESDM mengatakan badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU swasta sudah mengimpor bensin untuk awal 2026.

“Kalau yang awal tahun, sudah (impor)," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi atau Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1). Hal ini menanggapi keluhan masyarakat soal stok BBM di sejumlah SPBU swasta yang kosong.

Laode menjelaskan, BBM masih dalam proses distribusi. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk bersabar.

Laode menargetkan stok BBM di SPBU swasta sudah pulih sebelum bulan Ramadan dan Lebaran. “Kan berdekatan nih, Nataru (Natal dan Tahun Baru), lalu sebentar lagi Ramadan dan Lebaran. Ini kami kejar,” kata dia.

Sementara itu, terkait produk solar, Laode meminta kepada pengelola SPBU swasta untuk segera melakukan negosiasi dengan Pertamina. Laode menyampaikan, mulai Maret 2026, pemerintah tak akan memberi izin impor solar kepada SPBU swasta.

Para pengelola SPBU swasta nantinya akan turut menyerap produksi solar dari Kilang Balikpapan yang baru selesai direvitalisasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mereka.

“Maret nanti kami sudah tidak bisa memperpanjang untuk tambahan kuota solar. Jadi dari produksi RDMP (Balikpapan) itu semua nanti diserap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Laode.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menhaj Tegaskan Tak Ada Ampun untuk Intervensi Penyelenggaraan Haji
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Gara-gara Skandal Naturalisasi Malaysia, Rodrigo Holgado Ingin Pensiun
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Pemkab Aceh Timur Siapkan 1.046 Unit Huntara untuk Korban Banjir Sebelum Ramadan
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Viral! Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Kursus Mogok di Rel Kereta
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Kanada Kucurkan Rp266,4 Miliar untuk Dukung UMKM, Perempuan, dan Kesehatan Ibu di Indonesia
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.