PLN EPI resmi mengoperasikan Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis sebagai bagian dari penguatan rantai pasok biomassa nasional. Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis dikembangkan sebagai proyek percontohan berbasis konsep spoke hub.
Fasilitas ini mengintegrasikan potensi biomassa lokal, seperti limbah kayu dan limbah serbuk aren, mulai dari proses pengolahan, pengujian kualitas, hingga distribusi ke pembangkit listrik.
Keberadaan hub ini diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas biomassa, memperkuat rantai pasok, serta mendorong standardisasi pengolahan biomassa secara nasional.
Biomassa yang dihasilkan akan digunakan untuk mendukung program co-firing di PLTU Adipala dan PLTU Indramayu, sehingga berkontribusi langsung terhadap penurunan emisi dari pembangkit eksisting.
Baca juga: Begini Langkah Mendorong Transisi Energi Nasional Melalui Bioenergi Biomassa jadi bagian strategi transisi energi Direktur Bioenergi PLN EPI Hokkop Situngkir menegaskan bahwa pengembangan hub biomassa merupakan bagian dari komitmen PLN Group dalam menggantikan bahan bakar fosil secara bertahap dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
“Hub biomassa ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas produksi, tetapi juga sebagai pusat penguatan kualitas dan kepastian pasokan biomassa ke PLTU. Kami memulai dari skala kecil, namun dirancang untuk terus berkembang dengan melibatkan pemerintah daerah, BUMD, BUMDes, Koperasi, dan masyarakat lokal,” ujar Hokkop dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menambahkan, pemanfaatan biomassa dari limbah lokal memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.
“Bioenergi adalah tentang memanfaatkan seluruh sumber daya hayati secara berkelanjutan. Kehadiran hub ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus penopang ketahanan energi nasional,” tambahnya. Limbah lokal jadi sumber nilai ekonomi baru PLH VP Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Odi Sefriadi menjelaskan pengembangan Hub Biomassa Ciamis berangkat dari potensi biomassa lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“PLN EPI melihat potensi limbah serbuk aren di Ciamis yang jumlahnya sangat signifikan. Melalui penerapan teknologi dewatering dengan metode screw press, limbah ini diolah agar memenuhi spesifikasi pembangkit dan siap dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa,” jelas Odi.
Menurutnya, pengelolaan biomassa tidak hanya berdampak pada penurunan emisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.
“Selain menurunkan emisi, pengelolaan biomassa ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat kolaborasi antara PLN Group, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)



