Implementasi Biodiesel B50 Masih Dikaji, Pemerintah Pantau Selisih Harga Minyak Mentah dan Minyak Sawit

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Peluncuran mandat biodiesel B50 di Indonesia akan sangat ditentukan oleh selisih harga antara minyak mentah dan minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO), menurut seorang pejabat senior.

Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia sebelumnya telah menyatakan rencana penerapan mandat B50 yang mewajibkan campuran berbasis sawit dan diesel sebesar 50-50 pada paruh tahun kedua 2026.

Advertisement

BACA JUGA: Kemendagri Dorong Kolaborasi Antardaerah dalam Penanganan Pengelolaan Sampah

Saat ini, kebijakan yang berlaku masih mewajibkan penggunaan biodesel B40, yakni campuran 40 persen berbasis sawit.

Negara tersebut mensubsidi program biodieselnya menggunakan hasil pungutan ekspor minyak sawit, serta besarnya subsidi masih bergantung pada selisih antara harga minyak mentah dan harga minyak sawit mentah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menegaskan, arahan presiden untuk mempertahankan mandat B40.

"Tahun ini, arahan dari presiden adalah untuk mempertahankan B40," ujar Airlangga, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan, kebijkan menuju B50 masih terus dikaji dengan mempertimbangkan kondisi pasar energi.

"Untuk B50, peninjauan terus dilakukan dan kita harus memantau perbedaan antara harga minyak mentah dan harga minyak sawit mentah," kata Airlangga.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan Deras Picu Longsor di Ponorogo, Jalan Poros Wates–Wagir Lor Terancam Putus
• 11 jam lalurealita.co
thumb
Mayoritas Indonesia Diguyur Hujan, BMKG Ingatkan Status Awas di Tiga Provinsi
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Winston: IDN Ingin Jadi Suara Generasi Muda
• 16 jam laluidntimes.com
thumb
KPK Periksa Sekretaris Camat dan 5 Direktur Swasta dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Indonesia Masuk 10 Negara dengan Pengunjung Terbanyak ke Jepang
• 9 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.