Menlu Tekankan Urgensi Ketahanan Nasional di Tengah Ketidakjelasan Situasi Dunia

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Sugiono Menteri Luar Negeri (Menlu) mengatakan, diplomasi Indonesia harus dibangun dengan kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme.

Hal itu disampaikan Menlu, hari ini, Rabu (14/1/2026), dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM), di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam forum tersebut, Sugiono menyinggung rapuhnya tatanan dunia, di mana kepentingan yang sempit mengalahkan keamanan bersama. Hukum internasional yang selama ini jadi pagar stabilitas dunia, sekarang disalahgunakan.

Tata kelola yang dibentuk untuk mengelola krisis, kini semakin kesulitan mengejar realitas yang terjadi. Indikatornya, sejumlah negara kunci menarik diri dari tanggung jawab tata kelola dunia.

Kemudian, Menlu menyinggung soal pergerakan dunia menuju kompetisi yang lebih tajam, dan perpecahan yang semakin dalam. Perubahan itu ditandai dengan interdependensi ekonomi, dan peran signifikan dari aktor non-negara.

Di tengah situasi dunia yang semakin tidak jelas, Indonesia harus mengambil pilihan tegas, yaitu memperkuat ketahanan nasional.

Diplomasi Ketahanan yaitu diplomasi yang adaptif untuk mengelola risiko, menjaga stabilitas, dan memperkuat daya tawar nasional. Sehingga, Indonesia tidak sekadar bertahan, tapi mampu menentukan arah sendiri di tengah tekanan global.

“Kita harus melihat dunia apa adanya, keras kompetitif, dan semakin tidak terprediksi. Oleh karena itu diplomasi kita harus dibangun dengan kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiono menyebut negara yang tidak punya strategi akan terseret arus, dan negara tanpa ketahanan bakal menjadi objek.

Dia menegaskan, politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia sesuai amanat konstitusi, yaitu melindungi segenap Bangsa Indonesia, kepentingan nasional dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Sekadar informasi, PPTM adalah forum tahunan bagi Menteri Luar Negeri RI untuk menyampaikan capaian diplomasi Indonesia sepanjang tahun sebelumnya, serta prioritas dan arah kebijakan luar negeri di tahun mendatang.

Forum itu mencakup isu-isu strategis seperti kerja sama ekonomi, hubungan bilateral dan multilateral, keamanan regional, hingga kontribusi Indonesia dalam forum global.(rid)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Teknologi dalam Pelayanan Publik yang Tidak Inklusif
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Jaktim: Pilkada Lewat DPRD Seperti Beli Kucing dalam Karung
• 5 jam lalukompas.com
thumb
KADIN Pastikan UMKM Jadi Tulang Punggung D-8 Halal Expo Indonesia 2026
• 36 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Hindari Tabrakan, Bus Rombongan Pelajar Nganjuk Nyusruk ke Bahu Jalan Gunungkidul
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Folago (IRSX) Gelar Rights Issue Tahap I, Bidik Dana Rp3,72 Triliun
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.