Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih baru Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyampaikan keyakinannya Los Blancos memiliki kualitas serta mental juara untuk bangkit pada sisa musim ini.
Penunjukan Arbeloa sekaligus menandai dimulainya era baru di Santiago Bernabeu setelah Real Madrid menjalani musim yang tidak mudah di bawah kepemimpinan Xabi Alonso.
“Kami semua telah melihat pertandingan-pertandingan terakhir dan usaha besar yang ditunjukkan para pemain di final Piala Super Spanyol,” kata Arbeloa, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (14/1/2026).
Menurut Arbeloa, pengalaman dan mental pemenang yang dimiliki para pemain Real Madrid menjadi modal utama untuk kembali bersaing di level tertinggi.
“Kami memiliki skuad yang hebat, dengan pemain-pemain yang siap menghadapi apa pun. Ada pemain di sini yang telah memenangkan enam Liga Champions, dan seolah itu cepat dilupakan. Itulah yang membuat Real Madrid menjadi klub terbaik dalam sejarah,” tegasnya.
Arbeloa resmi ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada Senin (12/1), hanya sehari setelah Los Blancos kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah, Arab Saudi.
Sebelumnya, Xabi Alonso berada dalam tekanan setelah performa Madrid menurun di akhir 2025. Meski sempat mencatatkan lima kemenangan beruntun, Real Madrid gagal menutup periode tersebut dengan gelar Supercopa.
Sebelum dipercaya menangani tim utama, Arbeloa merupakan pelatih Real Madrid Castilla. Ia menegaskan komitmennya untuk memberi ruang kepada pemain-pemain muda hasil binaan akademi klub.
“Kami memiliki akademi terbaik di dunia. Pemain lulusan akademi Real Madrid tersebar di seluruh dunia. Mereka punya peluang besar bermain di tim utama selama saya menjadi pelatih,” ujarnya.
Kini, Arbeloa mengambil alih kursi pelatih dengan peluang membawa Real Madrid meraih tiga gelar musim ini, yakni Liga Spanyol, Liga Champions, dan Copa del Rey.
Pelatih berusia 43 tahun itu memiliki ikatan emosional kuat dengan Real Madrid. Arbeloa merupakan produk akademi klub sebelum bergabung dengan Liverpool pada 2007, lalu kembali ke Madrid pada 2009 dan menjadi bagian penting tim di era Jose Mourinho.



