Rupiah melemah dan mencetak rekor terburuk sepanjang sejarah setelah menembus level Rp 16.877 per dolar AS. Tekanan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat, meningkatnya ketidakpastian global, serta peralihan investor ke aset aman di tengah gejolak pasar keuangan. Di sisi lain, ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump terkait perdagangan dengan Iran ikut memperburuk sentimen pasar. Meski dampak langsung ke Indonesia relatif terbatas, tekanan global membuat rupiah berpotensi terus tertekan dan mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.




