Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Literasi halal masyarakat Indonesia masih rendah, menyebabkan konsep halal hanya sebatas label bukan standar kualitas produk.
  • LPPOM menyelenggarakan Gen Halal Championship 2025 menargetkan pelajar SMA/SMK/MA untuk membangun kesadaran halal sejak dini.
  • Kompetisi 9–11 Januari 2026 di Bogor menobatkan Alf Farrassayu Shannyn sebagai juara pertama, menunjukkan pemahaman halal semakin universal.

Suara.com - Meski Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, tingkat literasi halal di masyarakat dinilai masih perlu diperkuat. Pemahaman halal yang belum merata membuat konsep halal kerap dipersempit sebatas label, belum dipahami sebagai standar kualitas, keamanan, dan keberlanjutan produk.

Padahal, literasi halal memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekosistem industri halal nasional. Ketika masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai halal, tuntutan terhadap produk halal akan meningkat. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk menjaga kehalalan produknya sekaligus mensertifikasi produk secara resmi.

Bertolak dari kebutuhan tersebut, LPPOM menggelar Gen Halal Championship 2025, sebuah kompetisi literasi halal berskala nasional yang menyasar pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari seluruh Indonesia. Program ini dirancang sebagai upaya edukatif untuk menanamkan pemahaman halal sejak dini, sekaligus mencetak agen perubahan dari kalangan generasi muda.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menegaskan bahwa Gen Halal Championship bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun kesadaran halal di masyarakat.

“Kegiatan ini kami rasa perlu. Meskipun Indonesia mayoritas Muslim dan halal merupakan kewajiban, literasi halal masyarakat belum sebaik yang kita harapkan,” ujar Muti.

Ia menjelaskan, rendahnya literasi halal berdampak langsung pada lemahnya permintaan pasar terhadap produk bersertifikat halal.

“Dorongan pelaku usaha untuk mempertahankan atau mensertifikasi kehalalan produknya tidak akan hadir jika tidak ada tuntutan dari masyarakat. Dan masyarakat tidak akan menuntut jika tidak mengetahuinya,” jelasnya.

Menurut Muti, pelajar dipilih sebagai sasaran utama karena perannya sebagai pembawa nilai dan agen perubahan di masa depan. Literasi halal yang ditanamkan sejak bangku sekolah diharapkan dapat membentuk pola pikir kritis dan kesadaran kolektif dalam jangka panjang.

Gen Halal Championship berhasil menjaring 1.493 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui dua tahap seleksi, hanya 45 peserta terbaik yang lolos ke babak final, yang berasal dari 13 provinsi, 20 kota, dan 32 sekolah. Rangkaian bootcamp dan grand final digelar pada 9–11 Januari 2026 di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: BPJPH Sediakan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis untuk UMK 2026, Ini Kriterianya

Menariknya, isu halal dalam kompetisi ini semakin inklusif. Muti mengungkapkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari kalangan Muslim. Sejumlah pelajar non-Muslim juga turut mendaftar, bahkan ada yang berhasil melaju hingga babak grand final.

“Ini menunjukkan bahwa halal semakin dipahami sebagai standar yang universal. Produk halal dipercaya baik karena harus beriringan dengan prinsip thayyib,” katanya.

Gen Halal Championship 2025 mengusung tema “Explore, Compete, Inspire”, yang dirancang untuk mendorong pelajar menggali pengetahuan halal secara lebih luas, berkompetisi secara sehat, serta menjadi inspirasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Wakil Ketua Umum MUI, K.H. M. Cholil Nafis, mengapresiasi ajang tersebut sebagai langkah strategis membangun generasi yang kompetitif dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa konsep halal mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari makanan dan minuman hingga gaya hidup.

Apresiasi serupa disampaikan Staf Ahli Kemenpora sekaligus Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, yang menilai isu halal kini menjadi agenda penting lintas generasi. Menurutnya, perhatian terhadap halal merupakan bagian dari tanggung jawab universal seluruh umat manusia.

Alf Farrassayu Shannyn dari SMA Nuraida Islamic Boarding School, Jawa Barat, keluar sebagai juara pertama. Rahmi Fitriyah dari SMAN 8 Jakarta meraih juara kedua, sementara Achmad Farrell Budi Pratopo dari SMA Albanna Denpasar, Bali, menempati posisi ketiga.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jangan Langsung Gunung Slamet, Ini Rekomendasi 5 Gunung yang Cocok untuk Pemula
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengacara: Adly Fairuz Tunjukkan Iktikad Baik, Sudah Kembalikan Rp 500 Juta
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Rencana RI Impor Energi Tanpa Tender dari AS, Pemerintah Konsultasi ke KPK
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Seluruh Kecamatan di Pati Terdampak Bencana Banjir hingga Longsor
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
3 Fakta 4 WNI Diculik Bajak Laut di Afrika
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.