Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengatakan ASEAN Para Games (APG) Thailand 2025, menjadi momentum strategis untuk memberi pengalaman bertanding kepada atlet muda, guna membangun regenerasi yang berkesinambungan ke depannya.
Dia menegaskan, NPC Indonesia berkomitmen membangun regenerasi, dengan melibatkan para atlet muda untuk berpartisipasi dalam ajang se-Asia Tenggara tersebut, pada 20-26 Januari.
"Kami sekarang ini menargetkan atlet-atlet muda yang kemarin berlaga di Asian Youth Para Games 2025, guna mendapatkan kesempatan bertanding dalam APG Thailand 2025," kata Senny, di Solo, Rabu.
Menurut dia, keberanian menurunkan atlet muda di level senior menjadi langkah penting agar proses pembinaan berjalan berkesinambungan.
Sebab, pengalaman bertanding di level internasional akan mempercepat kematangan mental, teknik, dan daya saing atlet.
"Kami harus berani menampilkan mereka agar persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 semakin matang, sehingga regenerasi harus dimaksimalkan," ujar dia.
Baca juga: Atlet termuda para angkat berat ingin beri kejutan positif di APG 2025
Senny menyatakan, sudah saatnya atlet-atlet muda diberikan kesempatan lebih, guna melahirkan para jawara baru.
Pada ASEAN Para Games Thailand 2025, Indonesia memberangkatkan 290 atlet yang akan berlaga di 18 cabang olahraga.
Hampir semua cabang olahraga memiliki atlet muda yang siap unjuk gigi.
Keikutsertaan atlet muda tersebut, tambah dia, diharapkan mampu berpadu dengan atlet senior untuk menjaga tradisi prestasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Kontingen Indonesia berangkat menuju Thailand menggunakan pesawat carter dalam dua kelompok terbang (kloter) dari Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis (15/1), pukul 04.00 WIB dan 11.30 WIB.
Baca juga: Tim para bulu tangkis antisipasi kekuatan tiga negara di APG 2025
Baca juga: Jendi antusias tampil di APG 2025 karena ditonton langsung keluarga
Dia menegaskan, NPC Indonesia berkomitmen membangun regenerasi, dengan melibatkan para atlet muda untuk berpartisipasi dalam ajang se-Asia Tenggara tersebut, pada 20-26 Januari.
"Kami sekarang ini menargetkan atlet-atlet muda yang kemarin berlaga di Asian Youth Para Games 2025, guna mendapatkan kesempatan bertanding dalam APG Thailand 2025," kata Senny, di Solo, Rabu.
Menurut dia, keberanian menurunkan atlet muda di level senior menjadi langkah penting agar proses pembinaan berjalan berkesinambungan.
Sebab, pengalaman bertanding di level internasional akan mempercepat kematangan mental, teknik, dan daya saing atlet.
"Kami harus berani menampilkan mereka agar persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 semakin matang, sehingga regenerasi harus dimaksimalkan," ujar dia.
Baca juga: Atlet termuda para angkat berat ingin beri kejutan positif di APG 2025
Senny menyatakan, sudah saatnya atlet-atlet muda diberikan kesempatan lebih, guna melahirkan para jawara baru.
Pada ASEAN Para Games Thailand 2025, Indonesia memberangkatkan 290 atlet yang akan berlaga di 18 cabang olahraga.
Hampir semua cabang olahraga memiliki atlet muda yang siap unjuk gigi.
Keikutsertaan atlet muda tersebut, tambah dia, diharapkan mampu berpadu dengan atlet senior untuk menjaga tradisi prestasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Kontingen Indonesia berangkat menuju Thailand menggunakan pesawat carter dalam dua kelompok terbang (kloter) dari Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis (15/1), pukul 04.00 WIB dan 11.30 WIB.
Baca juga: Tim para bulu tangkis antisipasi kekuatan tiga negara di APG 2025
Baca juga: Jendi antusias tampil di APG 2025 karena ditonton langsung keluarga



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472754/original/093722000_1768375044-Kejati_Sumut_Seret_Direktur_Utama_PT_PASU.jpg)
