Burhanuddin Abdullah: Lewat MBG, Presiden Prabowo Lakukan Perbaikan dari Bawah

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ketua Dewan Pembina BACenter dan Board of Advisors Prasasti, Burhanuddin Abdullah, menyoroti peluncuran buku ‘Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa’ karya Cashtry Meher. Dia menilai buku ini selaras dengan konsern pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tengah melakukan perbaikan dari bawah melalu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sebaliknya malah dengan MBG, dengan berbagai langkah perbaikan, justru pemerintahan Prabowo ini sangat concern dengan pembangunan dari bawah, dari bottom of the pyramid, pembangunan bagi sebagian besar rakyat Indonesia," ujar Burhanuddin saat menghadiri peluncuran buku ‘Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa’ karya Cashtry Meher, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Burhanuddin mengaku cukup memahami isi buku ‘Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa’. Menurut dia, Indonesia memang memiliki tantangan besar di bidang kesehatan karena letak geografisnya.

“Saya melihat berbagai fakta secara menyeluruh dan kita harus mengakui bahwa kita sudah berusaha cukup banyak tetapi tantangan kita juga masih sangat besar. Kita sudah memberikan pelayanan kesehatan hampir ke seluruh rakyat Indonesia. Tentu karena kita ini adalah secara geografis agak sulit negara kepulauan,” kata dia.

Burhanuddin melihat secara umum, usia harapan hidup masyarakat Indonesia masih rendah daripada Malaysia, Thailand, dan Singapura. Sehingga, buku ini menjadi menarik karena menarasikan hal-hal konkret di lapangan.

“Di sana ada pemikiran, di sana ada gagasan, di sana ada inisiatif yang secara intelektual akan mendukung kepada upaya-upaya penyihatan bangsa ini ke depan. Produktivitas kita belum begitu tinggi dan karena itu maka kalau ingin 8 persen pertumbuhan bangsa ini harus sehat,” ujar Burhanuddin.
  Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun untuk MBG 2026

Sementara itu, Cashtry mengatakan buku ini terinspirasi dari pengalaman pribadi sang penulis saat mengunjungi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satunya Kepulauan Nias.

Dia berupaya mengentaskan stunting di daerah tersebut. Di sana, dia melihat langsung kondisi yang terjadi di daerah 3 T, utamanya soal akses layanan kesehatan.

"Di situ saya melihat secara langsung apa yang terjadi dan apa hambatan yang dialami masyarakat, terutama yang paling keras adalah hambatan infrastruktur. Di mana jarak antara tempat tinggal dengan pelayanan kesehatan tidak memadai,” ungkap Cashtry.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Media Vietnam Ikut Soroti John Herdman jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia: Kesuksesan Butuh Proses
• 17 jam lalubola.com
thumb
Tawuran di Manggarai Tak Sekedar Bentrok, Rumah Warga Dijarah dan Dibakar
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Komisi III DPR Mulai Bahas Pembentukan RUU Perampasan Aset
• 26 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Konser di Jakarta 16 Januari, Brian McKnight Apresiasi Fans Indonesia
• 15 jam lalugenpi.co
thumb
SPBU Swasta Sudah Impor Bensin Awal 2026, Impor Solar Dihentikan Mulai Maret
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.