Rezeki bisa datang dari mana saja, termasuk dari gerobak cuanki berukuran mini yang kini ramai dibicarakan di media sosial. Deden Mahfud Aliyudin (43) alias Mang Den, tak menyangka gerobak cuanki mini buatannya berubah menjadi usaha yang menghasilkan.
Saat ditemui di kediamannya di Bojong Koneng, Padalarang, Bandung Barat, Mang Den menceritakan ide awal usaha uniknya tersebut. Ia mengaku menyukai aktivitas membuat miniatur dan konten kreatif.
“Karena saya suka bikin-bikin gitu ya bikin konten miniatur. Awalnya cuma iseng bikin gerobak mini,” ujarnya.
Tiga minggu lalu, ide tersebut ia bawa keluar rumah. Awalnya untuk sekadar menghibur anak-anak saat bermain. Namun, antusiasme warga justru berubah menjadi peluang usaha sungguhan.
“Awalnya iseng bawa main anak-anak, tapi lama-lama pada beli beneran. Akhirnya jadi dagang beneran,” kata Mang Den.
Meskipun ukurannya mini, cuanki racikan Mang Den benar-benar bisa dimakan. Ia membuat gerobak serta kursi-kursi kecilnya sendiri, sementara bahan cuanki dibeli jadi lalu dipotong kecil-kecil agar pas dengan konsep miniatur.
Saat ini Mang Den biasa berkeliling di sekitar rumahnya dan kawasan Padalarang, termasuk area KCIC. Pendapatan harian pun terbilang menjanjikan.
“Sehari dapat sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu,” ungkapnya.
Namun, pendapatan tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat hujan, pembeli menurun. Sebaliknya, cuaca cerah sering membuat dagangannya nyaris habis bahkan kekurangan bahan.
Respons masyarakat pun beragam. Banyak yang awalnya mengira Mang Den hanya bercanda dan sekadar membuat konten. Nyatanya, konsep unik itu justru menarik minat warga hingga terjadi antrean.
“Bahkan ada yang berani bayar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu hanya supaya duluan dilayanin. Saking banyak yang berminat,” ceritanya sambil tertawa.
Kini, dari sebuah ide iseng, usaha cuanki mini Mang Den berkembang menjadi mata pencaharian baru, membuktikan kreativitas bisa membawa rezeki asal dilakukan dengan konsisten dan sepenuh hati.





