jpnn.com, JAKARTA - Raksasa layanan penerbangan global, Celebi Aviation, secara resmi memulai operasional ground handling di dua bandara tersibuk di Indonesia, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta) dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali).
Langkah strategis yang dilakukan sejak awal Januari 2026 tersebut menandai ekspansi besar perusahaan yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun di tiga benua itu ke kawasan Asia-Pasifik.
BACA JUGA: Selundupkan 1,9 Kg Sabu-Sabu Lewat Bandara SIM, NF Diupah Rp 40 Juta
Dengan melayani lebih dari 400 maskapai di seluruh dunia, kehadiran Celebi di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan standar layanan operasional darat serta mendukung target keberlanjutan industri penerbangan nasional.
"Struktur yang kami bangun di Indonesia menggabungkan pengalaman global kami dengan dinamika kebutuhan lokal, dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan kualitas layanan tertinggi," ungkap President of Southeast Asia at Celebi Aviation, Murali Ramachandran, Rabu (14/1).
BACA JUGA: Penyelundupan Baby Lobster di Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan, 4 Orang Diamankan
Pemilihan Jakarta dan Bali didasarkan pada volume trafik yang masif. Hingga Oktober 2025, Bandara Soekarno-Hatta tercatat telah melayani 45 juta penumpang, sedangkan Bandara Ngurah Rai melayani lebih dari 20 juta penumpang.
Di tahap awal, Celebi Aviation akan fokus pada penanganan penerbangan domestik yang mencakup layanan Passenger Handling (Penanganan Penumpang), Ramp Handling (Penanganan Landasan) dan Security & General Aviation (Keamanan dan Penerbangan Umum).
BACA JUGA: Tol Arah Bandara Soetta Masih Tergenang Banjir, Lalin Tersendat
Celebi memasang target ambisius untuk tahun pertama operasionalnya mampu melayani 4.500 penerbangan dengan 1,6 juta penumpang di Jakarta, serta 1.800 penerbangan dengan 650.000 penumpang di Bali.
Operasi tersebut didukung oleh lebih dari 350 tenaga kerja profesional di kedua wilayah tersebut.
"Yang membedakan Celebi Aviation dari penyedia layanan lainnya di Indonesia adalah komitmennya terhadap lingkungan," ujarnya.
Murali Ramachandran mengatakan, Celebi menjadi perusahaan ground handling pertama di Indonesia yang mengoperasikan armada peralatan pendukung darat (GSE) sepenuhnya berbasis listrik.
Langkah ini sejalan dengan tujuan iklim global ICAO Long-Term Aspirational Goal (LTAG) menuju emisi nol bersih dan kontribusi nasional Indonesia (NDC) dalam sektor transportasi udara.
Managing Director Celebi Aviation Indonesia, Andy Dias, menegaskan bahwa ekspansi ini melengkapi kehadiran mereka yang sebelumnya sudah tersebar di 25 bandara lain di seluruh kepulauan Indonesia.
"Kami berinvestasi pada sumber daya manusia lokal melalui Celebi Training Academy. Dengan program sertifikasi dan penerapan praktik terbaik global, kami berkomitmen menyediakan layanan yang aman, andal, dan tepat waktu bagi maskapai mitra dan penumpang," tambah Andy.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada otoritas penerbangan Indonesia atas kepercayaan yang diberikan untuk memperkuat ekosistem penerbangan nasional dan mendukung pertumbuhan pariwisata dalam jangka panjang. (esy/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Mesyia Muhammad




