Qatar, VIVA – Negara-negara Teluk mendesak Amerika Serikat (AS) agar tidak melancarkan serangan militer terhadap Iran. Mereka mengingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi dan politik di kawasan, demikian laporan sejumlah media, Selasa, 13 Januari 2026
Arab Saudi, bersama Oman dan Qatar, disebut telah melakukan lobi secara tertutup kepada pemerintahan Presiden Donald Trump setelah Gedung Putih memperingatkan mereka untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan terhadap Teheran. Informasi itu dilaporkan The Wall Street Journal.
Meski negara-negara tersebut memilih diam di ruang publik ketika Iran terus dilanda gelombang protes besar-besaran, mereka disebut aktif menekan para pejabat AS di balik layar agar mempertimbangkan ulang opsi militer.
Pejabat Teluk Arab menilai upaya militer apa pun untuk menggulingkan pemerintahan Iran dapat mengganggu secara serius pengiriman minyak global melalui Selat Hormuz. Jalur laut strategis itu dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Mereka juga khawatir terhadap dampak yang akan terjadi di dalam negeri, kerugian ekonomi, serta potensi aksi balasan jika pasukan AS bertindak.
Pejabat Arab Saudi dilaporkan telah menyampaikan kepada Teheran bahwa kerajaan itu tidak akan terlibat dalam konflik apa pun maupun mengizinkan penggunaan wilayah udaranya oleh AS. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjaga jarak dari konfrontasi langsung.
"Presiden mendengarkan berbagai pandangan dalam setiap isu, tetapi pada akhirnya ia mengambil keputusan yang menurutnya paling tepat," kata seorang pejabat Gedung Putih.
Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan final. Namun, pada Selasa ia menulis di media sosial, "Bantuan Sedang Menuju ke Sana," sambil menyerukan para demonstran Iran agar tetap bertahan.
Para pemimpin Teluk menyatakan kekhawatiran atas ketidakpastian situasi Iran pasca-Ayatollah Ali Khamenei, termasuk kemungkinan pergeseran kekuasaan ke Korps Garda Revolusi Islam atau timbulnya kekacauan regional.
"Mereka tidak memiliki simpati terhadap rezim Iran," kata mantan Duta Besar AS Michael Ratney, "namun mereka juga sangat menghindari ketidakstabilan."
Iran memperingatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah bahwa mereka akan menjadi sasaran jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Teheran. Peringatan itu disampaikan kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Turki, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk ikut campur di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang melanda Iran.


:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-12-Komika-Pandji-Pragiwaksono-dalam-pertunjukan-stand-up-comedy.jpg)

