Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Doli Mardian, membantah keras tudingan penimbunan bantuan logistik untuk korban banjir bandang dan tanah longsor.
Bantahan ini disampaikan menyusul viralnya sebuah video yang memperlihatkan tumpukan logistik di gudang BPBD Bireuen. Video tersebut direkam oleh sejumlah anggota DPRD setempat yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menarasikan seolah-olah terjadi penimbunan.
"Hari ini tidak ada keinginan kami untuk menimbun. Kebutuhan pengungsi tetap kita salurkan, tidak ada yang ditahan-tahan," tegas Doli.
Doli menyayangkan aksi anggota DPRD yang membuat video tersebut tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak BPBD. Ia menjelaskan bahwa puluhan ton bantuan yang terlihat menumpuk di gudang tersebut adalah barang yang baru saja tiba dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat di Jakarta.
"Tadi malam baru sampai tiga truk, kemarin sore nyampai empat truk," jelasnya.
Barang-barang tersebut, kata Doli, sedang dalam proses pendataan sebelum didistribusikan ke ratusan desa melalui para Camat.
Lebih lanjut, Doli mengungkapkan alasan strategis mengapa pihaknya memohon bantuan dalam jumlah besar sekaligus. Hal ini dilakukan karena Kabupaten Bireuen akan segera beralih status dari Masa Tanggap Darurat ke Masa Transisi Darurat.
Menurut aturan, jika status sudah berubah menjadi masa transisi, prosedur permintaan bantuan ke pemerintah pusat akan menjadi lebih rumit dan terbatas.
"Kita memohon kepada BNPB pusat sebanyak-banyaknya kemarin (saat masih Tanggap Darurat). Karena kalau masuk masa transisi, kita tidak bisa memohon lagi (dengan mudah). Ini stok untuk masyarakat Bireuen ke depannya," papar Doli.
BPBD Bireuen memastikan distribusi berjalan transparan dan tertib administrasi. Para Camat dari wilayah terdampak dipersilakan mengambil logistik dengan syarat membawa dokumen resmi. "Hari ini Camat datang, mari bawa stempel, bawa berita acara, langsung kita kasih," pungkas Doli.




