HMI Komisariat FKIP UM Bone Gelar Bazar dan Dialog Keperempuanan

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP Universitas Muhammadiyah Bone menggelar Bazar dan Dialog Keperempuanan dengan tema “Perempuan dengan 1000 Perannya Menuju Kemandirian dan Profesionalisme”, Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Orbit Pool & Cafe.

Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi perempuan, khususnya mahasiswa, untuk mengembangkan potensi diri baik dari sisi intelektual maupun ekonomi. Melalui bazar, peserta didorong untuk mengasah kemandirian ekonomi, sementara dialog keperempuanan menjadi wadah penguatan gagasan dan perspektif kritis perempuan.

Dialog keperempuanan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Nuralim, Komisioner Bawaslu Kabupaten Bone; Sulfiana, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bone; serta A Irna Fitriana, Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Bone.

Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas peran strategis perempuan di ruang publik, profesionalisme, kepemimpinan, serta tantangan yang dihadapi perempuan dalam proses pengambilan kebijakan dan pembangunan sumber daya manusia. Para narasumber menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri, integritas, serta keberanian perempuan untuk terlibat aktif di berbagai bidang.

Ketua Umum HMI Komisariat FKIP Universitas Muhammadiyah Bone, Fia Ardana, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret organisasi dalam mendorong lahirnya perempuan yang mandiri dan berdaya.

“Tema Perempuan dengan 1000 Perannya kami angkat sebagai simbol kekuatan kolektif perempuan. Kami percaya, perempuan yang mandiri dan profesional mampu berkontribusi secara nyata, tidak hanya di ruang organisasi, tetapi juga di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, HMI memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus membuka ruang-ruang pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, HMI Komisariat FKIP Universitas Muhammadiyah Bone berharap bazar dan dialog keperempuanan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi pemantik gerakan berkelanjutan dalam membangun kesadaran, keberanian, serta semangat kemandirian dan profesionalisme perempuan.

Harapannya, semakin banyak perempuan yang siap mengambil peran strategis dan berkontribusi aktif bagi kemajuan organisasi, kampus, dan masyarakat luas dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. (*/)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemkab Sitaro Siapkan Lahan Relokasi Mapolres yang Rusak Terdampak Banjir Bandang
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Apresiasi Masyarakat untuk Polri, Jembatan Presisi Dinilai Sangat Bantu Akses Sekolah dan Pertanian Desa
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Menlu Sugiono Tegaskan Sikap Indonesia soal Multilateralisme
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Foto: Klasiknya Al-Hamidiyah Souq, Salah Satu Pasar Tertua di Dunia
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pemain Ketiga yang Dilepas PSM, Kiper Muhammad Ardiansyah Berlabuh ke Persijap Jepara
• 16 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.