Jakarta: Nama Hanna Arinawati kian dikenal berkat perjalanan karier unik yang menjangkau berbagai bidang. Di usia 23 tahun, ia tercatat sebagai salah satu dosen termuda di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Selain sebagai akademisi, ia juga aktif di industri kreatif sebagai artis, selebritas media sosial (selebgram), model, bintang iklan, dan pembicara publik.
Di FHUI, Hanna telah menjadi staf pengajar sejak 2024. Ia mengampu bidang studi terkait Hukum Islam dan Hukum Adat, serta berkontribusi di lingkungan Program Studi Magister Kenotariatan. Jejak akademiknya kuat, dengan menyelesaikan Sarjana Hukum di FHUI sebagai lulusan terbaik dan cumlaude pada 2022, lalu menuntaskan Magister Kenotariatan pada 2024.
“Jalan menjadi dosen terbuka setelah saya menjadi asisten dosen selama studi pascasarjana, melalui rekomendasi dosen senior dan proses administratif di fakultas hingga universitas,” ujar Hanna, Rabu, 14 Januari 2026.
Di luar kampus, Hanna pun aktif membangun kkonten bertema pengembangan diri, kesehatan mental, dan motivasi bagi anak muda. Konsistensinya tersebut membawanya menjadi bagian dari Influencer Google Indonesia, yang memperkuat perannya sebagai kreator yang menjembatani edukasi dan komunikasi publik.
Hanna banyak menghabiskan waktu di panggung sebagai MC, moderator, dan pembicara publik. Ia mengaku telah berbicara di lebih dari 100 kegiatan dengan fokus kesehatan mental dan pengembangan diri.
Baca Juga :
Dari Keheningan Menjadi Harmoni, Kisah Inspiratif Musikal Jemari
Di beberapa kesempatan, Hanna menceritakan pengalaman pribadinya menghadapi perundungan saat remaja. Pengalaman itu mendorongnya konsisten menyuarakan pentingnya ketahanan mental, menciptakan lingkungan suportif, serta keberanian mencoba hal baru tanpa takut stigma.
Pesan yang kerap ia sampaikan sederhana namun kuat kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju capaian lebih besar, selama seseorang mau belajar dan bertumbuh.
Bagi banyak mahasiswa dan pengikutnya, Hanna menjadi contoh bahwa pendidikan tinggi dan karier kreatif dapat berjalan beriringan. Kuncinya terletak pada disiplin, konsistensi, dan keberanian merancang jalur hidup sendiri.
Hanna memosisikan diri bukan sekadar figur yang tampil, tetapi juga sebagai pengajar yang berupaya membuat ilmu terasa relevan, komunikatif, dan dekat dengan kebutuhan generasi saat ini. Dengan langkah itu, Hanna Arinawati menunjukkan bahwa menjadi dosen muda dapat berjalan seiring dengan karya di dunia kreatif, selama kualitas dan tanggung jawab tetap menjadi prioritas utama.




