Pembiayaan Mobil Bekas Tumbuh 0,42%, Astra Credit (ACC) Lihat Peluang

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) menilai pembiayaan mobil bekas berkualitas makin relevan di tengah perlambatan pembiayaan mobil baru.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan mobil bekas tumbuh 0,42% secara tahunan (year-on-year/YoY) per November 2025. Sebaliknya, pembiayaan mobil baru justru terkontraksi 4,65% YoY.

“Perusahaan melihat segmen mobil bekas berkualitas sebagai peluang yang relevan. Kami terus mengoptimalkan seluruh produk pembiayaan dan layanan yang kita miliki, termasuk mobil bekas,” ungkap EVP Corporate Communication ACC Riadi Prasodjo kepada Bisnis, Rabu (14/1/2026).

Riadi menjelaskan perbedaan tren antara pembiayaan mobil baru dan mobil bekas dipengaruhi oleh berbagai faktor pasar yang bergerak dinamis, mulai dari perubahan perilaku konsumen hingga kondisi pasokan unit di industri otomotif.

Meski demikian, ACC masih mencermati perkembangan tersebut dan hingga saat ini belum melihat adanya perubahan arah yang signifikan terhadap komposisi portofolio pembiayaan perusahaan.

“Secara umum, portofolio pembiayaan masih didominasi oleh mobil baru sebagai segmen utama, sementara mobil bekas tetap menunjukkan peran yang stabil,” tegasnya.

Baca Juga

  • Pembiayaan Mobil Baru di Industri Multifinance Lesu, Ini Penyebabnya
  • BRI Finance Ungkap Dua Tantangan Pembiayaan Mobil Baru 2026
  • Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 14 Januari 2026, Naik ke Rp2,5 Juta

Lebih lanjut, Riadi mengungkapkan tantangan utama pembiayaan mobil baru saat ini berasal dari dinamika persaingan pasar yang makin ketat, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, serta pelemahan daya beli masyarakat.

“Perusahaan terus berupaya memperkuat kerja sama dengan mitra otomotif serta mengoptimalkan kualitas layanan untuk menjaga keseimbangan bisnis,” pungkasnya.

Sebagai informasi, OJK mencatat nilai pembiayaan mobil bekas oleh industri multifinance per November 2025 mencapai Rp87,46 triliun, sedangkan pembiayaan mobil baru tercatat sebesar Rp142,59 triliun.

Ke depan, OJK memperkirakan pembiayaan mobil bekas pada 2026 akan relatif lebih resilien. Adapun pembiayaan mobil baru dinilai tetap memiliki prospek untuk kembali bertumbuh seiring penyesuaian strategi pembiayaan, dukungan paket regulasi, serta pengembangan segmen kendaraan dan inovasi produk di industri multifinance.

“Seiring penyesuaian strategi pembiayaan dan paket regulasi yang ada. Kemudian juga ada dukungan pengembang segmen kendaraan dan inovasi produk di industri multifinance,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PGE Targetkan Proyek PLTP Lumut Balai Unit III Beroperasi Penuh pada 2030
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Di Balik Riuh Event, Ada Manusia yang Belajar Bertahan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
TransJakarta Catat 6.793 Barang Penumpang Tertinggal Selama 2025
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kartu Nusuk Jamaah Haji Akan Dibagikan Sebelum Keberangkatan dari Indonesia
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Hindari Tabrakan, Bus Rombongan Pelajar Nganjuk Nyusruk ke Bahu Jalan Gunungkidul
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.