Menag Nasarudin Umar Dorong BP4 Kepri Turunkan Angka Perceraian

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG, – Menteri Agama Nasarudin Umar mengimbau pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Kepulauan Riau untuk berperan aktif dalam menekan angka perceraian di daerah tersebut. Nasarudin menyampaikan hal ini saat melantik pengurus BP4 Kepri periode 2025-2030 di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Rabu malam.

Kepri dikenal sebagai salah satu provinsi dengan angka perceraian yang cukup tinggi di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Nasarudin menyoroti tren perceraian di Kepri yang didominasi oleh cerai gugat, di mana lebih banyak istri menggugat cerai suami. Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kepri, tercatat 4.298 kasus perceraian sepanjang 2025, yang terdiri dari 3.266 kasus cerai gugat dan 1.032 kasus cerai talak.

Nasarudin juga menyoroti fenomena serupa yang terlihat di Pengadilan Agama Jakarta Timur, di mana banyak istri yang antre menggugat cerai. Ia mengungkapkan bahwa kasus perceraian lebih dominan terjadi di kota-kota besar, dengan rata-rata usia perceraian berada di lima tahun pertama pernikahan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Sekitar 80 persen angka perceraian didominasi pernikahan berusia lima tahun ke bawah, sehingga banyak yang menjadi janda muda. Ini berbanding lurus dengan meningkatnya perkawinan di bawah tangan," ungkapnya.

Nasarudin mendorong BP4 Kepri untuk meningkatkan kontribusinya dalam meminimalisir kasus perceraian, karena perceraian sering kali berdampak pada kemiskinan baru yang dialami oleh istri dan anak. Selain itu, perceraian orang tua juga berdampak buruk terhadap anak, dengan penelitian menunjukkan 80 persen kenakalan remaja seperti narkoba berasal dari keluarga yang berantakan.

Menag turut menyinggung bahwa 60 persen ayat di dalam Al Quran berbicara tentang rumah tangga, dan sangat sedikit yang membahas negara atau masyarakat. Ia menekankan pentingnya membina keluarga yang utuh, karena keluarga yang harmonis akan membentuk masyarakat dan negara yang kuat.

"Oleh karena itu, penting membina sebuah rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Harapan kita, BP4 Kepri dapat mengurangi angka perceraian melalui pencegahan dan intervensi dini," demikian Menag Nasarudin.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Marak Superflu, Dosen Unair Imbau Masyarakat Jalani Pola Hidup Bersih dan Sehat
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Simbol X di Masker Warnai Sidang Vonis Laras Faizati di PN Jaksel, Apa Maknanya?
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Persib Bandung Rugi Besar Jika Rekrut Gaston Avila? Orang Dalam Ajax Bongkar Fakta Mengejutkan
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Diduga Jadi Perantara, KPK Klaim Kantongi Bukti Aliran Uang Kasus Kuota Haji ke Ketua Bidang Ekonomi PBNU
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Nasib Guru Honorer yang Digantikan Adik Kepala Sekolah yang Baru Lolos PPPK
• 7 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.