Ketegangan Memuncak, Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran

mediaindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin yakin untuk mengambil tindakan tegas terhadap rezim Iran. Hal ini dipicu tindakan keras dan mematikan pemerintah Iran dalam meredam aksi protes massal di negara tersebut.

Dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih pada Selasa (13/1) waktu setempat, jajaran pejabat tinggi keamanan nasional, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menlu Marco Rubio, menyodorkan sejumlah opsi kepada Trump. Presiden dilaporkan telah melihat bukti video kekerasan di lapangan serta laporan mengenai potensi eksekusi terhadap para demonstran.

Opsi Militer Tanpa Pasukan Darat

Tim keamanan nasional AS saat ini tengah mempertimbangkan serangan kinetik yang ditargetkan pada fasilitas dinas keamanan Iran yang bertanggung jawab atas penindasan pengunjuk rasa. Namun, para pejabat menegaskan bahwa opsi militer ini tidak akan melibatkan pasukan darat (boots on the ground).

Baca juga : Trump Pertimbangkan Opsi Militer di Tengah Kerusuhan Iran

Trump merasa perlu menegakkan "garis merah" yang ia buat sendiri, belajar dari kegagalan pemerintahan sebelumnya yang dinilai ragu-ragu dalam bertindak.

"Sebagian dari alasan ini adalah karena dia sekarang telah menetapkan garis merah, dan dia merasa perlu melakukan sesuatu," ujar seorang sumber yang mengetahui jalannya diskusi.

Meskipun Trump sempat bergurau kepada media tentang ancaman balasan Iran, langkah pencegahan mulai diambil. Sejumlah personel di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar, telah diminta untuk meninggalkan lokasi sebagai antisipasi terhadap potensi serangan balasan dari Teheran.

Baca juga : Trump Serukan Pengunjuk Rasa di Iran Ambil Alih Institusi Negara

Jalur Diplomasi Menemui Jalan Buntu

Meski sempat ada sinyal diplomatik, Trump secara tiba-tiba membatalkan semua rencana pertemuan dengan tokoh rezim Iran hingga kekerasan terhadap demonstran berakhir. Beberapa penasihatnya menilai upaya diplomasi Iran hanyalah taktik untuk menghindari serangan.

"Iran ada dalam pikiran saya ketika saya melihat jenis kematian yang terjadi di sana," kata Trump kepada wartawan di Joint Base Andrews.

Selain opsi militer, Trump juga mempertimbangkan serangan siber dan sanksi baru. Ia bahkan telah mendesak Elon Musk untuk memperkuat konektivitas internet di Iran melalui Starlink guna menembus pemadaman informasi yang dilakukan rezim. Laporan terbaru menyebutkan Starlink kini menyediakan akses internet gratis bagi pengguna di Iran.

Kekhawatiran Sekutu di Teluk

Di sisi lain, sekutu AS di Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Oman dikabarkan tengah melakukan upaya diplomatik di balik layar untuk mencegah eskalasi militer. Mereka khawatir dampak perang akan merusak stabilitas keamanan dan ekonomi kawasan.

Namun, Trump tetap memberikan dukungan moral bagi para demonstran melalui media sosial. Dalam unggahannya di Truth Social, ia menuliskan pesan penyemangat bagi rakyat Iran.

"Patriot Iran, TERUSLAH BERPROTES - AMBIL ALIH INSTITUSI KALIAN!!! Bantuan sedang dalam perjalanan," tulis Trump, mengakhiri pesannya dengan slogan "MIGA" (Make Iran Great Again).

Hingga saat ini, dunia menunggu keputusan akhir yang akan diambil Trump, sementara ketegangan di kawasan Timur Tengah berada pada titik tertingginya. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Plafon Rusak dan Rawan Roboh, Josephine PSI Pertanyakan Revitalisasi Pasar Sunan Giri
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Beda Arah Gerak Saham LAND dan ENZO Usai Masuk Radar UMA
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
6 Kebiasaan yang Merusak Metabolisme Tubuh
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
INFOGRAFIK: Menimbang Chromebook dengan Sistem Laptop Lain untuk Sekolah
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kata-Kata Bijak Alvaro Arbeloa usai Real Madrid Kalah dari Tim Kasta Kedua Liga Spanyol pada Laga Debutnya
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.