Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu (14/1). Penurunan terjadi karena tertekan aksi jual di sektor teknologi dan perbankan.
Indeks S&P 500 turun 36,71 poin atau 0,53% ke level 6.927,03, sedangkan Nasdaq Composite turun 228,69 poin atau 0,96% ke 23.481,19. Sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 33,37 poin atau 0,07% ke 49.158,62.
Tekanan pada saham-saham teknologi meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani pemberlakuan tarif 25% atas sejumlah produk semikonduktor. Namun tarif pengecualian diberikan bagi cip yang diimpor untuk mendukung pembangunan rantai pasokan teknologi di Negeri Abang Sam.
Sentimen negatif juga datang dari Cina. Otoritas bea cukai negara tersebut dikabarkan melarang chip Nvidia H200 masuk ke wilayah Cina, sehingga menekan saham-saham teknologi berbasis semikonduktor.
Saham-saham keuangan menjadi salah satu sektor dengan penurunan terdalam. Wells Fargo anjlok 4,6% setelah melaporkan pendapatan kuartal IV yang lebih lemah dari ekspektasi. Citigroup dan Bank of America juga turun masing-masing lebih dari 3%.
Direktur konsultasi portofolio Wealth Enhancement Group Ayako Yoshioka menilai pasar masih ditopang oleh fundamental ekonomi yang relatif stabil meski volatilitas meningkat.
“Ekonomi tetap relatif stabil pendapatan perusahaan tetap kuat, dan kami percaya tahun 2026 akan didorong oleh pendapatan, bukan ekspansi valuasi,” ujarnya dikutip dari CNBC, Kamis (15/1).
Di sisi lain,ketegangan geopolitik kembali menekan sentimen investor. Kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak akibat meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong harga minyak naik.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) sempat menguat lebih dari 1%, namun terkoreksi setelah Trump mengisyaratkan tidak akan menyerang Iran.
Di saat bersamaan, pejabat pemerintahan Trump melakukan pertemuan dengan menteri luar negeri Denmark dan Greenland terkait desakan AS atas kendali terhadap wilayah Greenland. Seorang pejabat Denmark menyebut kedua pihak masih memiliki ketidaksepakatan mendasar terkait status wilayah tersebut.
Trump juga kembali mengkritik Ketua The Federal Reserve Jerome Powell agar menurunkan suku bunga. Ketegangan memuncak setelah Powell mengonfirmasikan bahwa Departemen Kehakiman membuka penyelidikan kriminal terhadap dirinya.
Investor mencermati sejumlah data dan laporan keuangan pada Kamis (15/1). Emiten perbankan besar seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan BlackRock akan merilis laporan kinerja kuartalannya. Sementara dari sisi makro, data klaim pengangguran mingguan AS juga dijadwalkan dirilis.




