Arab Saudi tak Izinkan Wilayah Udaranya Digunakan untuk Serang Iran

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH --Arab Saudi telah mengabarkan  Iran bahwa negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorinya digunakan untuk menyerang Iran. Hal ini dilaporkan AFP berdasarkan dua sumber yang dekat dengan Kerajaan Arab Saudi, Rabu (14/1/2025).

Pesan tersebut disampaikan ketika Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka bisa merespons tindakan keras pemerintah Iran terhadap aksi demonstrasi. Sementara Teheran mengatakan akan menyerang aset militer dan perkapalan AS jika terjadi serangan baru.

Baca Juga
  • Stimulus Rp110,7 Triliun, Pemerintah Pacu Ekspor Tekstil
  • Kejati Tetapkan 4 Tersangka Kasus LPEI yang Rugikan Negara Rp 919 Miliar
  • Kamis Ini Jakarta Diprakirakan Hujan Seharian

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi mendesak para personelnya untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Arab Saudi telah memberi tahu Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari tindakan militer apa pun yang dilakukan terhadap Iran, dan bahwa wilayah serta wilayah udaranya tidak akan digunakan untuk tujuan tersebut,” kata seorang sumber yang dekat dengan militer Saudi kepada AFP.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sumber kedua yang dekat dengan pemerintah mengonfirmasi bahwa pesan tersebut telah disampaikan kepada Teheran.

Pernyataan Qatar

Sebelumnya, Qatar mengatakan bahwa penarikan sebagian personel dari Pangkalan Udara Al Udeid dilakukan sebagai respons terhadap ketegangan regional saat ini. Dalam sebuah pernyataan, Kantor Media Internasional Qatar mengatakan negara tersebut terus menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara serta penduduknya sebagai prioritas utama.

Ditambahkan bahwa langkah-langkah sedang dilakukan untuk memastikan perlindungan infrastruktur penting dan fasilitas militer.

Presiden Trump mengatakan pada Selasa (13/1/2025), bahwa Amerika Serikat akan bereaksi keras jika otoritas di Iran mulai melakukan hukuman gantung dalam tindakan keras mereka terhadap pemberontakan rakyat yang mel5uas melawan pemerintah.

“Kami akan mengambil tindakan yang sangat kuat jika mereka melakukan hal seperti itu,” katanya kepada CBS News dalam sebuah wawancara.

Sumber:

Gulf News

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Situasi Iran Memanas, Menlu: Komunikasi Sulit, Opsi Evakuasi WNI Disiapkan | BERUT
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Jasad Syafiq Ali Ditemukan di Tebing Kawah Tak Jauh dari Puncak Gunung Slamet
• 18 jam laludetik.com
thumb
Sidang Putusan Laras Faizati Digelar Hari Ini, Kuasa Hukum Yakin Terdakwa Bebas
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Yusril Sebut Pilkada DPRD Konstitusional dan Mudah Diawasi
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor, Guru Besar, hingga Pimpinan Kampus di Istana
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.