Jakarta, tvOnenews.com - Sebelum Syafiq Ali ditemukan, sang ayah terus berjuang mencari anaknya di Gunung Slamet.
Kisah Syafiq menjadi berbincangan akhir-akhir ini. Dia merupakan anak laki-laki berusia 18 tahun yang mendaki Gunung Slamet bersama temannya, yakni Himawan pada Sabtu (27/12/2025) lalu.
Keduanya dinyatakan hilang di Gunung Slamet pada Senin (29/12/2025).
Himawan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025). Namun, Syafiq belum juga ditemukan saat itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kala itu Himawan merasakan kakinya kram. Syafiq lantas berinisiatif mencari bantuan untuk temannya. Di saat itulah mereka terpisah.
Pencarian dilakukan oleh tim gabungan. Hingga pada akhirnya, Syafiq ditemukan di hari ke-17 pencairan pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Dia temukan di dekat Watu Langgar.
Selama masa pencarian itu, ayah Syafiq langsung turun tangan.
Tentunya turunnya ayah Syafiq ini telah mengantongi izin dari Basarnas. Izin khusus diberikan Basarnas kepada Dhani Rusman ayah korban.
Saat itu, cuaca di Gunung Slamet cukup bagus dan cerah. Harapannya, kehadiran keluarga Syafiq bisa mempermudah proses pencarian tersebut.
"Kemarin pendakian sempat tertunda karena penutupan jalur. Namun, hari ini, pihak keluarga bersama tim mulai bergerak naik," kata Staf Basarnas Semarang Handika Hengki saat itu dikutip pada Kamis (15/1/2026).
Setelah mendapatkan izin, Dhani ditemani Basarnas pun mencari Syafiq. Saat itu, ayah Syafiq mencarinya hanya dengan berbekal tongkat.
Dalam sebuah video dokumentasi, Dhani tampak berjalan dan membelah semak belukar tanpa alat tajam.
Dia membelah semak itu hanya dengan menggunakan tangan kosong dan tongkat.
Bibirnya tak henti memanggil-manggil nama anaknya. Dia berharap anaknya mendengar dan ikut pulang dengannya.
"Saya cari sambil memanggil anak saya. 'Ali, Ali, pulang, nak'. Tapi tidak ada sahutan jawaban," kata Dhani. (nsi)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472812/original/009365000_1768376361-IMG_6669.jpg)


