UNICEF: 100 Anak di Gaza Meninggal Sejak Gencatan Senjata

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Sedikitnya 100 anak meninggal akibat serangan udara dan operasi darat Israel di Gaza. Ini sejak dimulainya gencatan senjata tiga bulan lalu.

Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, menyatakan bahwa sedikitnya 60 anak laki-laki dan 40 anak perempuan telah meninggal di wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak awal Oktober.

Baca Juga
  • Telusuri Pemicu Banjir, Sejumlah Kades di Tapanuli Bersurat ke Prabowo
  • Menteri Arifah Ajak Masyarakat Waspadai Praktik Child Grooming
  • AS Dilaporkan Bisa Serang Iran dalam 24 Jam ke Depan

“Lebih dari 100 anak telah meninggal di Gaza sejak gencatan senjata,” kata juru bicara UNICEF, James Elder, kepada para wartawan di Jenewa, Senin (14/1/2026).

Itu berarti kira-kira satu anak perempuan atau laki-laki terbunuh setiap hari selama masa gencatan senjata. Anak-anak ini dibunuh akibat serangan udara, serangan drone.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kami sudah mencapai angka 100 — tidak diragukan lagi,” katanya, seraya menambahkan bahwa jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Gaza, yang mencatat data korban, melaporkan angka yang lebih tinggi, yakni 165 anak wafat selama masa gencatan senjata dari total 442 korban jiwa.

“Selain itu, tujuh anak telah meninggal akibat paparan cuaca dingin sejak awal tahun ini,” kata Zaher Al-Wahidi, Direktur Departemen Komputer di Kementerian Kesehatan, kepada AFP.

Elder menegaskan bahwa serangan Israel yang terus berlangsung terjadi setelah lebih dari dua tahun perang yang telah membuat kehidupan anak-anak Gaza menjadi sangat sulit dibayangkan.

“Mereka masih hidup dalam ketakutan. Kerusakan psikologis masih belum ditangani, dan semakin dalam serta semakin sulit disembuhkan seiring berlanjutnya situasi ini,” katanya.

Pada November, otoritas di Gaza menyatakan lebih dari 70.000 orang telah tewas sejak dimulainya perang yang dilancarkan Israel sebagai respons atas serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Menurut data PBB, hampir 80 persen bangunan di Gaza telah hancur atau rusak akibat ofensif udara dan darat yang tiada henti.

Sumber:

Arab News

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aksi Penggelapan Kendaraan Terbongkar! Sopir Mobil Ekspedisi Ditangkap Saat Melintas di Subang
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Satgas PKH Kantongi Rp 5,27 Triliun Dari Denda 48 Perusahaan di Kawasan Hutan
• 16 jam lalumerahputih.com
thumb
OJK atur penilaian kesehatan PPDP berbasis risiko dalam POJK 33/2025
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
RI Ajak Kerja Sama Negara Mitra Untuk Sukseskan MBG
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Rahasia di Balik Sumber Berlian di Bumi Akhirnya Ditemukan
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.