BELOPA, FAJAR –Usulan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C di Walmas, terhambat. Tak kunjung dibangun lantaran jarak tempuh berdasarkan Google Maps.
Awalnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melihat Google Maps. Dari situ, jarak antarseluruh wilayah Walmas dengan Belopa hanya dua jam. Hal itu dianggap tak perlu membangun RSUD baru.
Sekretaris Dinas Kesehatan Luwu, Abdul Aziz mengaku baru saja pulang konsultasi dari Kemenkes di Jakarta membahas pembangunan rumah sakit di Walmas.
“Tetapi, setelah pihak Kemenkes melihat Google Maps, ternyata ukuran jarak seluruh wilayah Walmas dengan Belopa dilihat sangat dekat,” kata Aziz di Kantor DPRD Luwu, Rabu, 14 Januari 2026.
Google Maps hasil pantauan Kemenkes, waktu tempuh Belopa-Walmas hanya dua jam. Hal ini berbeda dengan fakta lapangan. Walmas-Belopa yang paling dekat mencapai 100 kilometer. Belum lagi masuk pelosok pegunungan yang sangat jauh.
Bahkan paling cepat jarak tempuh mencapai empat jam. Mana lagi medan yang sulit dan daerah gunung. Warga yang berobat ke Belopa harus melalui Kota Palopo.
“Ini yang tidak dipahami orang yang ada di Kementerian Kesehatan di Jakarta. Mereka hanya melihat Google Maps tanpa melihat kondisi lapangan,” katanya.
Sementara lahan untuk rumah sakit sudah tersedia. Bahkan, sudah dihibahkan. Anggaran ada. Tinggal izin dari Jakarta.
Dia meminta Komisi I DPRD Luwu untuk berkoordinasi dengan anggota DPR RI asal Luwu di komisi yang membidangi kesehatan untuk memanggil Kemenkes mambahas soal ini. Supaya tidak mengandalkan teknologi Google Maps yang tidak sesuai fakta di lapangan.
Ketua Komisi I DPRD Luwu Basaruddin mengaku siap mendampingi Dinas Kesehatan Luwu untuk berangkat ke Kemenkes membicarakan masalah ini. “Kita akan membeberkan fakta lapangan. Supaya mereka tidak hanya melihat Luwu dari google maps saja,”katanya.(shd/zuk)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474068/original/070100900_1768465910-PHOTO-2026-01-15-14-38-29.jpg)

