MerahPutih.com - Nasib warga negara Indonesia (WNI) di Iran menjadi perhatian serius menyusul ancaman invasi dari Amerika Serikat serta meluasnya aksi unjuk rasa dan kerusuhan di dalam negeri Iran. Komisi I DPR RI meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyiapkan langkah evakuasi apabila eskalasi keamanan semakin meningkat.
Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. Ia menegaskan bahwa opsi evakuasi harus dipersiapkan secara matang dengan tetap memperhatikan keselamatan WNI serta prosedur diplomatik yang berlaku.
“Apabila eskalasi semakin meningkat, opsi evakuasi terukur juga harus dipersiapkan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan prosedur diplomatik yang berlaku,” kata Dave kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/1).
Selain evakuasi, Dave juga menekankan pentingnya sosialisasi mitigasi keamanan kepada seluruh WNI yang berada di Iran. Menurutnya, Kemlu RI harus menjalankan tugas perlindungan WNI secara maksimal di tengah situasi yang kian tidak menentu.
“Dalam kondisi yang penuh gejolak seperti sekarang, kami menyerukan agar Kemlu segera melakukan langkah-langkah antisipatif dan koordinatif,” ujar Dave yang juga politikus Partai Golkar.
Baca juga:
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Dave menyebutkan bahwa situasi di Iran terus dipantau oleh Komisi I DPR, terutama terkait keselamatan WNI. Ia menegaskan bahwa perlindungan dan keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama pemerintah.
Ia juga meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk aktif memantau perkembangan situasi secara real-time serta membuka saluran komunikasi darurat bagi seluruh WNI.
“Inventarisasi jumlah dan lokasi WNI perlu segera dilakukan untuk mengidentifikasi potensi risiko secara cepat,” jelasnya.
Baca juga:
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Diketahui, kerusuhan yang terjadi di Iran dilaporkan terus meluas dan telah menyebabkan ribuan orang meninggal dunia. Pemerintah Iran bahkan menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari untuk menghormati para korban tewas.
Pengumuman masa berkabung tersebut disampaikan pemerintah Iran pada Minggu (11/1) waktu setempat. Di saat bersamaan, pemerintah Iran juga menyerukan kepada rakyatnya untuk terus melawan Amerika Serikat dan Israel.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut mengajak masyarakat Iran untuk turun ke jalan pada Senin (12/1) dalam pawai nasional guna mengecam kekerasan yang dituding Iran didalangi oleh kedua negara tersebut. (Knu)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473387/original/009663800_1768439273-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_7.16.20_AM.jpeg)